1 year ago, Posted by: satekso

Biomassa, Harapan Energi Masa Depan.

Energi biomassa adalah energi dibuat untuk bahan bakar yang didapatkan dari sumber alami yang dapat diperbarui. Jadi, energi biomassa ini bisa menjadi jalan keluar dari bahan bakar yang selama ini tidak dapat diperbaharui dan mencemari lingkungan hidup. Biasanya, bahan pembuat biomassa ini berasal dari dua jenis, dari kategori hewan yang bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.  Istilah biomassa pertama kali muncul pada Journal of Marine Biology Association pada tahun 1934 oleh ilmuwan Rusia bernama Bogorov.

Biomassa sendiri dikelompokkan dalam berbagai macam golongan, di antaranya adalah bioetanol (tanaman), biodiesel (minyak sawit dan kedelai), biogas, biobriket serta biokerosen (minyak nabati). Hal itu dikarenakan sumber bahan bakunya yang berbeda dan juga pengolahan yang dilakukan.

Potensi sumber daya biomassa di Indonesia salah satu yang terbesar dibandingkan negara lain, menurut laman Kementerian ESDM, potensinya apabila dikembangkan adalah 50 Giga Watt (GW). Selain itu, data dari (ZREU,2000) menyebutkan bahwa Indonesia memproduksi 146,7 Juta ton atau setara 470 Giga Joule (GJ) biomassa per tahun yang mana sumber utamanya berasal dari residu pertanian yaitu sebesar 150 GJ per tahun dan karet kayu 120 GJ per tahun. Berikut adalah sebaran potensi biomassa di Indonesia.

Dikutip dari Seminar Nasional Energi Terbarukan UNS, 2009. Terdapat kelebihan dan kekurangan dari energi biomassa ini, di antaranya sebagai berikut.

Kelebihan

  1. Dapat disimpan dalam jangka lama
  2. Dapat dimanfaatkan sebagai sumber panas maupun daya (CHP) sehingga efisiensinya tinggi.
  3. Teknologinya fleksibel, baik untuk skala kecil, sedang, ataupun besar.
  4. Lebih efisien jika antara sumber energi dan pemanfaatannya berjarak dekat (reduced transportation cost).

Kelebihan dari penggunaan energi biomassa tidak hanya sampai di situ. Berlimpahnya bahan baku untuk pengolahan energi ini perlu digaris bawahi dikarenakan energi fosil di masa yang akan datang jumlahnya akan berangsur menyusut. Selain itu, pemanfaatan energi ini sangat potensial di wilayah pedesaan mengingat masyarakat di sana yang langsung bersentuhan dengan bahan baku dari energi biomassa. Pendampingan akan pengolahan energi ini memang sangat dibutuhkan mengingat perlu adanya dorongan dari pemerintah untuk masyarakatnya berdaulat di sektor energi.

Kekurangan

  1. Untuk beberapa teknologi proses masih menghasilkan bau.
  2. Perlu gas cleaning
  3. Abu yang dihasilkan cukup tinggi sehingga maintenance peralatan lebih sering dilakukan.
  4. Sparepart untuk proses gasifikasi, pirolisis, cogeneration masih terbatas.

Kekurangan yang paling sering muncul dari pengembangan teknologi ini adalah ketersediaan alat dari pengolahan tersebut. Kalaupun ada, biaya yang dikeluarkan untuk itu juga tergolong cukup tinggi. Selain itu, kurangnya dorongan pemerintah terhadap potensi energi ini juga tergolong minim. Pengelolaan energi biomassa terutama bioetanol dan biofuel saat ini juga masih tergolong minim karena membutuhkan modal penelitian yang cukup besar.

Menarik untuk mengamatti perkembangan biomassa selanjutnya, yang jelas biomassa saat ini masih harapan terbaik sebagai bahan bakar alternatif untuk masa depan.

 

Sumber :

https://benergi.com

https://id.wikipedia.org

https://medium.com

https://www.deboscat.be


Post Views: 2194


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved