2 years ago, Posted by: satekso

Sejarah Penemuan Neutron, Partikel Inti Yang Tidak Bermuatan

Eksperimen Rurherford mengawali penemuan neutron. Dalam eksperimennya, Rutherford berusaha untuk menghitung jumlah muatan positif dalam inti atom dan massa inti atom. Ia berharap massa muatan positif sama dengan massa atom mengingat massa elektron sangat kecil. Akan tetapi, ia mendapati bahwa massa inti atom hanya setengah dari massa atom.

Penelitian yang dilakukan Rutherford sukses mendapatkan beberapa hasil yang memuaskan, namun juga mendapatkan kejanggalan yaitu massa inti atom unsur selalu lebih besar daripada massa proton di dalam inti atom. Rutherford menduga bahwa terdapat partikel lain di dalam inti atom yang tidak bermuatan karena atom bermuatan positif disebabkan adanya proton yang bermuatan positif. Di tahun 1920, ahli fisika Amerika William Draper Harkins menduga adanya partikel lain dalam inti atom selain proton. Partikel tersebut mempunyai massa yang hampir sama dengan proton, tetapi tidak bermuatan. Ia menamakan partikel tersebut neutron. Oleh karena partikel tersebut tidak bermuatan, maka keberadaannya sulit dibuktikan.

Baru pada tahun 1932, James Chadwick menemukan partikel penyusun inti yang massanya sama dengan proton, tetapi tidak punya muatan. Partikel ini ditemukan melalui percobaan Chadwick dengan menembak lapisan tipis berilium dengan partikel α (alfa). Hasilnya adalah pancaran radiasi energi yang sangat tinggi. Partikel ini kemudian di namai dengan neutron.

Pada neutron tidak bermuatan dan massanya hampir sama dengan massa sebuah proton (massa neutron = 1,675 x 10-24 gram, sedangkan massa proton =1,673 x 10-24 gram). Jumlah neutron dalam inti tidak khas untuk setiap unsur. Artinya, dalam atom unsur walaupun jumlah neutronnya sama, tetapi jika jumlah protonnya berbeda sifatnya akan berbeda. Sebaliknya meskipun jumlah neutron  berbeda, tetapi jika jumlah protonnya sama, maka akan sama pula sifatnya.

 

Sumber :

https://fauzannoah.wordpress.com

https://tatangsma.com

 

 

Adanya partikel lain di dalam inti atom yang tidak bermuatan dibuktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932. Chadwick melakukan penelitian dengan menembak logam berilium menggunakan sinar alfa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suatu partikel yang tak bermuatan dilepaskan ketika logam berilium ditembak dengan sinar alfa dan partikel ini disebut sebagai neutron. Neutron tak bermuatan dan bermassa 1 sma (pembulatan).

 


Post Views: 4567


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved