1 year ago, Posted by: oknet02

Inovasi - Inovasi Manusia yang Terinspirasi dari Alam

Pada pos sebelumnya kita sudah membahas beberapa teknologi yang terinspirasi dari alam disekitar kita, baik dari tumbuhan maupun hewan. Melalui ilmu biomimikri atau ilmu meniru alam , ilmuwan dapat mengembangkan inovasi dan teknologi yang unik.Nah, ternyata masih banyak lagi lho teknologi yang dikembangkan dari biomimikri. Yuk simak inovasi - inovasi berikut ini.

1. Tampilan E-reader yang Berwarna

Qualcomm adalah produsen komponen prosesor dan chip yang digunakan dalam ponsel cerdas dan tablet yang cukup sukses di industri. Selain prosesor mereka, Qualcomm juga dikenal karena berhasil menjadi perusahaan yang pertama kali membuat prototipe e-reader video friendly yang penuh warna. Qualcomm mengembangkan konsep tersebut terinspirasi dari warna sayap kupu-kupu dan mengadopsi mekanikanya ke dalam teknologi e-reader mereka sehinggan berhasil membuat alternatif yang lebih baik untuk layar LCD. Layar buatan Qualcomm yang diberi nama Mirasol, memberikan visibilitas yang lebih baik di bawah sinar matahari yang terang. Seperti kupu-kupu, tampilan pantulannya dapat dengan mudah dilihat bahkan dalam cahaya terang. Layar Mirasol juga tidak memerlukan lampu latar, sehingga konsumsi energi lebih sedikit dan masa pakai baterai lebih lama. Karena tidak memerlukan lampu latar, e-reader dapat dibuat lebih tipis. Teknologi ini juga dapat diterapkan pada ponsel, perangkat game, dan kamera digital.

2. Skin Graft Adhesive

Cacing tidak hanya berguna untuk menyuburkan tanah, namun juga dapat menjadi inspirasi ilmiah. Teknik bedah baru untuk cangkok kulit berupa transplantasi untuk mengobati luka atau luka bakar terinspirasi dari parasit, cacing berkepala berduri, Pomphorhynchus laevis. Cacing ini menembus usus inangnya dengan tulang punggungnya yang seperti pisau cukur, dan kemudian menggembungkan kepalanya yang seperti kaktus di dalam jaringan agar tetap melekat. Para peneliti meniru mekanisme ini untuk membuat tambalan jarum kecil berbentuk kerucut yang ujungnya mengembang ketika terkena air, menjaga graft tetap di tempatnya. Jarum akan menembus jaringan dengan kekuatan dan tekanan minimal ke dalam jaringan. Setelah melepas perekat, transplantasi kulit akan menyebabkan lebih sedikit trauma pada jaringan dan saraf dibandingkan dengan staples kulit dan jahitan yang biasa digunakan oleh ahli bedah. Hal ini juga akan membawa risiko infeksi yang jauh lebih kecil.

3. Sel Surya yang Lebih Murah

Biasanya sel surya dibuat menggunakan teknik yang menggunakan berton-ton energi, bahan kimia beracun, dan bahan serta proses yang mahal. Tetapi orange puffball sponge (salah satu jenis organisme spons laut) sebenarnya memiliki teknik yang lebih baik dari manusia, karena mereka hanya melepaskan enzim ke dalam air, mengeluarkan silikon dan kalsium, dan kemudian mengatur bahan kimia ini ke dalam bentuk tertentu. Daniel Morse, seorang ahli biokimia molekuler dan profesor, bersama dengan rekan-rekannya, menemukan kemampuan spons yang luar biasa ini. Mereka mempelajari teknik enzimnya dan mencoba meniru mekanismenya. Pada tahun 2006, mereka menciptakan elektroda yang memanfaatkan teknologi spons yang bersih dan efisien. Kita sekarang mengalami era di mana tenaga surya lebih murah daripada bahan bakar fosil, berkat pengembangan spons ini.

4. Filter Air

Telah lama diketahui bahwa harus ada pori-pori di membran sel agar air dan garam mengalir masuk dan keluar sel. Setelah mempertimbangkan teori ini dengan cermat, para ilmuwan menemukan bahwa harus ada filter selektif yang mencegah ion lewat, karena hanya molekul air yang dapat mengalir dengan bebas. Hal ini telah lama menjadi misteri dalam biokimia, dan baru dipecahkan pada 1990-an ketika ahli biologi Peter Agre menemukan aquaporin, protein membran yang memungkinkan fenomena tersebut. Molekul aquaporin terjadi untuk mempertahankan osmoregulasi pada organisme hidup. Perjanjian menerima Hadiah Nobel pada tahun 2003 karena penemuan ini. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian telah dilakukan untuk memanfaatkan aquaporin, atau mereplikasi fungsinya, untuk mengembangkan alternatif yang lebih efektif untuk teknik pemurnian air yang ada yang menggunakan lebih sedikit energi. Satu perusahaan, bernama Aquaporin, telah mengembangkan teknologi pengolahan air yang mengintegrasikan protein aquaporin untuk membatasi kontaminan termasuk bakteri, virus, DNA, gas terlarut dan bahkan proton tanpa menghalangi aliran air. Perusahaan menerapkannya dalam produk komersial seperti air industri dan pengolahan aliran air limbah, serta segmen lainnya.

5. Alat Medis Antibakteri

Properti unik kulit hiu tidak hanya menguntungkan industri perkapalan, namun industri medis dan masyarakat umum dapat memanfaatkan perkembangan ini juga. Para ilmuwan telah meneliti bahwa bahan mirip kulit hiu dapat mencegah pertumbuhan dan penyebaran bakteri penyebab penyakit seperti E. coli dan Staphylococcus aureus yang resisten terhadap Meticillin. Hal ini adalah kabar baik bagi sektor kesehatan karena bakteri dan virus masih banyak menyebar bahkan di rumah sakit yang perawat dan dokternya terus-menerus mencuci tangan. Karena kateter adalah penyebab infeksi yang paling sering didapat di rumah sakit, Sharklet Technologies telah mengintegrasikan teknologi mirip kulit hiu mereka dalam perangkat medis, serta dalam tabung rumah sakit lainnya dan pembalut luka untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri lewat alat medis.

Sumber :

https://didyouknowscience.com/amazing-inventions-inspired-by-animals-and-plants/


Post Views: 543


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved