1 year ago, Posted by: oknet02

Apa sih Taman Nasional itu ?

Pernah dengar tentang Alas Purwo, Meru Betiri, atau Sebangau ? Itu semua adalah nam-nama taman nasional yang ada di Indoensia. Alas Purwo adalah taman nasional yang terletak di ujung tenggara Pulau Jawa, Meru Betiri adalah taman nasional yang terletak di Kabupaten Jember dan Banyuwangi, sedangkan Sebangau adalah taman nasional di Kalimantan Tengah.

Apa sih sebenarnya taman nasional itu ?

Taman nasional adalah kawasan yang digunakan untuk konservasi atau pelestarian alam. Taman nasional merupakan salah satu jenis kawasan konservasi karena dilindungi, biasanya oleh pemerintah pusat, dari perkembangan manusia dan polusi. Biasanya, taman nasional merupakan kawasan yang alami, atau semi alami, atau lahan yang dikembangkan oleh suatu negara untuk dideklarasikan sebagai kepunyaannya. Meskipun masing-masing negara menetapkan definisi taman nasional mereka sendiri secara berbeda, namun ada kesamaan ide global tentang taman nasional yaitu konservasi 'alam liar' untuk generasi mendatang dan juga sebagai simbol kebanggaan nasional. Taman nasional sendiri juga memiliki fungsi edukasi seperti misalnya untuk penelitian ilmiah serta fungsi rekreasional sehingga boleh untuk dikunjungi masyarakat.

Sebuah organisasi internasional, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), dan Komisi Dunia untuk Kawasan Lindung (WCPA), telah mendefinisikan "Taman Nasional" sebagai tipe kawasan lindung Kategori II. Menurut IUCN, 6.555 taman nasional di seluruh dunia memenuhi kriteria pada tahun 2006. IUCN masih membahas parameter untuk mendefinisikan syarat-syarat kriteria suatu kawasan lindung bisa disebut sebagai taman nasional.

Pada tahun 1969, IUCN mendeklarasikan taman nasional sebagai area yang relatif besar dengan karakteristik yang mendefinisikan sebagai berikut :

  1. Satu atau beberapa ekosistem yang tidak secara material diubah dan dieksploitasi oleh pendudukan manusia, di mana spesies tumbuhan dan hewan, situs geomorfologi, dan habitatnya memiliki nilai ilmiah, pendidikan, dan rekreasional khusus atau yang mengandung lanskap alam yang sangat indah;
  2. Otoritas tinggi negara telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau menghapuskan eksploitasi atau pendudukan sesegera mungkin di seluruh wilayah dan untuk secara efektif menegakkan rasa hormat terhadap fitur-fitur ekologis, geomorfologi, atau estetika yang telah mengarah pada pembentukannya; dan
  3. Pengunjung diizinkan masuk, dalam kondisi khusus, untuk tujuan inspirasional, edukasi, budaya, dan rekreasi.

Pada tahun 1971, kriteria ini dikembangkan lebih lanjut dengan mengarah pada tolok ukur yang lebih jelas untuk mengevaluasi taman nasional. Ini termasuk :

  1. Ukuran minimum 1.000 hektar dalam zona di mana perlindungan alam didahulukan
  2. Perlindungan hukum menurut undang-undang
  3. Anggaran dan staf memadai untuk memberikan perlindungan yang cukup efektif
  4. Larangan eksploitasi sumber daya alam (termasuk pengembangan bendungan) yang memenuhi syarat dengan kegiatan seperti olahraga, berburu, memancing, kebutuhan untuk manajemen, fasilitas, dll

Walaupun istilah taman nasional telah didefinisikan oleh IUCN, masih banyak kawasan lindung di banyak negara disebut  sebagai taman nasional bahkan ketika mereka sesuai dengan kategori lain dari definisi pengelolaan kawasan lindung IUCN.

Bagaimana sejarah terbentuknya taman nasional ?

Pada tahun 1810, penyair Inggris William Wordsworth menggambarkan Lake District sebagai " jenis properti nasional, di mana setiap orang memiliki hak bagi yang memiliki mata untuk menerima dan sebuah hati untuk menikmati " . Pelukis George Catlin, dalam perjalanannya melalui Amerika Barat, menulis selama tahun 1830-an bahwa penduduk asli Amerika di Amerika Serikat mungkin dilestarikan (oleh beberapa kebijakan perlindungan pemerintah) " ... di taman yang luar biasa ... Taman negara, berisi manusia dan binatang buas, dalam semua keindahan alam liar dan kesegaran mereka! "

Mulai tahun 1735 pemerintah Naples memberlakukan hukum untuk melindungi daerah-daerah alami, yang dapat digunakan sebagai suaka alam oleh keluarga kerajaan. Procida adalah situs yang dilindungi pertama kali. Sebelumnya pemanfaatan kawasan alam banyak digunakan sebagai tempat untuk keluarga kerajaan kerajaan berburu, namun setelah hukum diberlakukan kawasan tersebut bisa dianggap lebih cocok disebut Taman daripada kawasan perburuan, Pemerintah Neapolitan telah mempertimbangkan pembagian kawasan menjadi dua yaitu kawasan hutan belantara untuk berburu dan kawasan yang dilindungi untuk pelestarian alam.

Lantas, bagaimana dengan Taman Nasional di Indonesia ?

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Saat ini terdapat 50 Taman Nasional di Indonesia, yang pengelolaannya di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Enam di antaranya ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites), dan dua dalam Situs Ramsar.

Taman-taman nasional yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, di antaranya adalah, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Lorentz di Papua dan Taman Nasional Ujung Kulon di Banten. Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatra Utara dan Aceh, Taman Nasional Kerinci Seblat di Jambi dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Sumatra Selatan, juga di termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO, yang tergabung sebagai Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra.

 

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/National_park

https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_nasional


Post Views: 334


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved