1 year ago, Posted by: oknet02

SpaceX, Perusahaan Pembuat Roket milik Elon Musk

Space Exploration Technologies Corp. atau lebih dikenal sebagai SpaceX adalah perusahaan swasta di bidang dirgantara yang menyediakan layanan transportasi ke luar angkasa. SpaceX didirikan oleh Elon Musk pada tahun 2002 dan memiliki kantor pusat di Hawthorne, Canada. Perusahaan ini memiliki tujuan untuk mengurangi biaya transportasi ke luar angkasa sehingga manusia bisa segera membangun koloni di Mars. SpaceX sendiri telah berhasil mengembangkan berbagai jenis roket Falcon dam juga pesawat luar angkasa Dragon.

Sejarah SpaceX

Elon Musk membuat konsep Mars Oasis pada tahun 2001. Mars Oasis adalah proyek untuk membangun sebuah miniatur rumah kaca eksperimental serta menumbuhkan tanaman di Mars. Elon percaya bahwa proyek ini merupakan langkah yang bisa diambil untuk mendapatkan kembali minat publik terhadap eksplorasi luar angkasa sehingga bisa meningkatkan budget yang diperoleh NASA. Elon Musk kemudian mencoba membeli roket murah dari Rusia, namun gagal dilakukan karena tidak berhasil menemukan roket dengan harga yang terjangkau. Dalam perjalan pulang dari Rusia, Musk menyadari bahwa dia bisa saja membangun perusahaan yang dapat memproduksi roket dengan harga terjangkau sesuai yang dia butuhkan. Menurut seorang investor awal SpaceX dan Tesla yaitu Steve Juvertson, Musk menghitung bahwa harga bahan-bahan yang diperlukan untuk membangun sebuah roket ternyata hanya tiga persen dari harga jual roket pada saat itu. Dengan mengaplikasikan vertical integration, memproduksi sekitar 85% hardware roket secara in-house serta pendekatan modular pada pengembangan perangkat lunak , SpaceX dapat memangkas harga peluncuran hingga mencapai faktor sepuluh dan tetap bisa menikmati margin kotor sebesar 70%.

Pada awal 2002, Musk sedang mencari staff untuk perusahaan luar angkasa baru yang ingin dia bangun. Musk mendatangi insinyur roket bernama Tom Mueller (sekarang menjadi CTO of Propulsion di SpaceX) dan Mueller setuju untuk bekerja dengan Musk, inilah awal mula SpaceX berdiri. Kantor pusat SpaceX pertama kali berlokasi di sebuah gudang di El Segundo, California. Perusahaan ini bertumbuh dengan cepat dari hanya memiliki 160 pegawai pada tahun 2005 menjadi 1.100 pegawai pada tahun 2010, dan berkembang terus hingga memiliki hampir 7000 pegawai pada tahun 2017. Pada tahun 2016, Musk memberikan pidato di Kongres Astronautika Internasional, di mana ia menjelaskan bahwa pemerintah AS mengatur teknologi roket sebagai "teknologi senjata canggih", sehingga membuatnya sulit untuk mempekerjakan orang non-Amerika.

Pada Maret 2018, SpaceX memiliki lebih dari 100 peluncuran pada manifesnya yang mewakili sekitar $ 12 miliar dalam pendapatan kontrak. Kontrak yang didapatkan termasuk dari pelanggan komersial dan lembagapemerintah (NASA / DOD). Pada akhir 2013, media industri luar angkasa mengutip komentar Musk tentang SpaceX "pemaksaan ... meningkatkan daya saing dalam industri peluncuran," pesaing utamanya dalam pasar peluncuran komersial adalah Arianespace, United Launch Alliance, dan International Launch Services. Pada saat yang sama, Musk juga mengatakan bahwa peningkatan kompetisi akan "menjadi hal yang baik untuk masa depan luar angkasa." Saat ini, SpaceX adalah penyedia jasa peluncuran roket komersial global terkemuka di dunia.

Visi SpaceX

Musk telah menyatakan bahwa salah satu tujuannya mendirikan SpaceX adalah untuk mengurangi biaya dan meningkatkan reliabilitas akses ke luar angkasa. Visi utama dari SpaceX adalah untu mengembangkan sebuah sistem peluncuran yang dapat digunakan kembali dengan cepat. Pada Maret 2013, aspek-aspek yang diumumkan secara publik dari upaya pengembangan teknologi ini termasuk kampanye uji aktif lepas landas Grasshopper vertikal, alt-speed, kecepatan rendah, pendemo vertikal (VTVL), dan kampanye tes penguat booster pasca-misi Falcon 9 yang berkecepatan tinggi. Pada 21 Desember 2015, SpaceX berhasil mendaratkan roket orbital tahap pertama.

Pada tahun 2017, SpaceX membentuk anak perusahaan, The Boring Company dan mulai bekerja untuk membangun a short test tunnel berdekatan dengan markas SpaceX dengan mempekerjakan sejumlah kecil karyawan SpaceX.  Terowongan ini selesai dibangun pada Mei 2018 dan dibuka untuk umum pada Desember 2018. Pada tahun 2018, The Boring Company dipisah menjadi entitas perusahaan yang berbeda dengan 6% dari ekuitas dimiliki SpaceX, kurang dari 10% untuk karyawan awal, dan sisanya dimiliki Elon Musk.

Pada Kongres Astronautika Internasional 2017 di Adelaide, Australia, Musk mengumumkan rencananya untuk membangun pesawat ruang angkasa besar untuk mencapai Mars. Dengan menggunakan BFR, Musk berencana untuk mendaratkan setidaknya dua kapal kargo tanpa awak ke Mars pada tahun 2022. Misi pertama akan digunakan untuk mencari sumber air dan membangun pabrik propelan. Pada tahun 2024, Musk berencana untuk menerbangkan empat kapal tambahan ke Mars termasuk manusia pertama yang akan mendarat di Mars. Dari sana, misi tambahan akan berfungsi untuk membangun koloni Mars. Advokasi Musk untuk penyelesaian jangka panjang terkait kolonisasi Mars, jauh melampaui apa yang dibangun proyek SpaceX. Kolonisasi yang berhasil pada akhirnya akan melibatkan lebih banyak pelaku ekonomi — baik individu, perusahaan, atau pemerintah — untuk memfasilitasi pertumbuhan kehadiran manusia di Mars selama beberapa dekade.

Dahulu mungkin kolonisasi Mars terdengar seperti karangan fiksi belaka yang hanya bisa kita baca lewat novel atau lihat di film-film Sci-Fi. Namun, Musk yakin dengan visinya bahwa manusia bisa memiliki koloni di Mars dengan pengembangan teknologi-teknologi roket dan pesawat luar angkasa yang affordable dan reusable di SpaceX.

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/SpaceX


Post Views: 297


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved