1 year ago, Posted by: oknet02

Penggunaan Nanoteknologi untuk Penanda Sel Kanker

Kanker adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia saat ini. Organ tubuh yang memiliki resiko tertinggi terkena kanker adalah paru-paru, liver, kolon, lambung, serta payudara. Penelitian terkait deteksi dini dan penanganan yang tepat untuk penderita kanker banyak dilakukan oleh para ilmuwan. Salah satu perkembangan terbaru untuk deteksi dini penyakit kanker adalah dengan memanfaatkan nanoteknologi.

Nanomaterial adalah suatu materi yang adalah bagian dari nanoteknologi. Nanomaterial ini memiliki ukuran antara 1 nm sampai 100 nm dan memiliki karakteristik yang berbeda dari bulk material-nya. Peneliti memanfaatkan sifat baru yang muncul dari nanomaterial untuk berbagai tujuan-tujuan tertentu salah satunya untuk kesehatan.

Karbon nanodots adalah salah satu nanomaterial yang berbasis karbon serta memiliki sifat fluoresensi.  Kata dots  merujuk pada fenomena mekanika kuantum nanomaterial ini. Karbon nanodots memiliki beberapa kelebihan yaitu toksisitas yang rendah, memiliki sifat photoluminescence (PL) yang baik, stabil terhadap photobleaching, serta permukaannya mudah untuk dimodifikasi, dan mudah untuk disintesis.

Berbagai upaya modifikasi nanomaterial yang telah ada kerap dilakukan, salah satunya dengan upaya pemuatan (doping unsur lain, modifikasi makromolekuler, dan polimer sintesis. Makromolekul Bovine Serum Albumin (BSA) maupun Human Serum Albumin (HSA) digunakan untuk meningkatkan biokompabilitas nanomaterial serta meminimalkan respon imun tubuh yang berlebihan terhadap nanomaterial. Kedua makromolekul ini dapat larut dalam air. serta cocok direaksikan dengan nanomaterial yang bersifat hidrofobik, termasuk didalamnya karbon nanodots hidrofob, karena memiliki kantung hidrofobik (hydrophobic cavity) sehingga dapat mengikat karbon nanodots hidrofob dengan lebih kuat atau bahan obat yang umumnya bersifat hidofobik.

Sifat-sifat tersebut dimanfaatkan peneliti untuk mengembangkan desain nanopartikel hibrida, dimana karbon nanodots yang bersifat hidrofobik direaksikan dengan HSA yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai agen penanda pada sel kanker. Hasilnya yaitu desain nanomaterial yang memiliki tingkat toksisitas rendah, memiliki sifat optik dan dapat mengarah secara spesifik kepada sel kanker, sehingga dapat diaplikasikan sebagai kandidat bioimaging agent. Keunggulan-keunggulan tersebut memberikan peluang pemanfaatan lebih lanjut nanomaterial ini untuk bahan pembawa obat ke sel kanker karena obat kanker hasil sintesis dan isolasi bahan alam umumnya memiliki keterbatasan dalam penggunaannya.

Sumber :

http://fst.unair.ac.id/manfaat-karbon-dots-termodifikasi-human-serum-albumin-sebagai-penanda-sel-kanker/


Post Views: 359


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved