10 months ago, Posted by: oknet02

Ikan Gupi yang Mudah Beradaptasi

Gupi, ikan seribu, ikan cere, atau suwadakar (Poecilia reticulata), adalah salah satu spesies ikan hias air tawar paling populer di dunia. Hal ini dikarenakan ikan ini mudah menyesuaikan diri dan beranak-pinak. Di banyak tempat di Indonesia ikan ini telah menjadi ikan liar yang banyak ditemukan di parit-parit dan selokan. 

Habibat asli dari ikan Gupi adalah negara Antigua dan Barbuda, Barbados, Brasil, Guyana, Jamaika, Antilles Belanda, Trinidad dan Tobago, Kepulauan Virgin AS, dan Venezuela. Namun, gupi telah tersebar ke berbagai negara di setiap benua kecuali Antartika. Hal ini terkadang terjadi secara tidak sengaja, namun paling sering dikarenakan gupi digunakan sebagai alat pengendalian nyamuk. Ikan gupi diharapkan memakan jentik nyamuk dan membantu memperlambat penyebaran malaria, tetapi dalam banyak kasus, gupi ini memiliki dampak negatif pada populasi ikan asli. Studi lapangan mengungkapkan bahwa gupi telah menjajah hampir setiap badan air tawar yang dapat mereka jangkau secara alami, terutama di sungai-sungai yang terletak di dekat pinggiran pantai daratan Amerika Selatan. Meskipun biasanya tidak ditemukan di sana, gupi juga memiliki toleransi terhadap air payau dan telah tersebar beberapa habitat payau. Mereka cenderung lebih berlimpah di sungai dan kolam yang lebih kecil daripada di sungai besar, dalam, atau yang memiliki aliran deras.

Dr. Sucipto Hariyanto, DEA., mengatakan bahwa penelitian tentang perbedaan variasi genotip ikan gupi antar populasi belum pernah dilakukan di Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa ikan gupi termasuk jenis ikan yang mudah beradaptasi dan memiliki toleransi tinggi terhadap rentang temperatur dan salinitas. Bahkan terhadap perairan tercemar sekalipun, dan menjadi salah satu spesies terakhir yang dapat bertahan di daerah tercemar berat.

“Toleransi ini, membuat ikan guppy menjadi pilihan dalam studi toksikologi. Selain itu ikan gupi juga ditemukan dibeberapa habitat seperti danau dan selokan pada ketinggian tendah hingga daerah pengunungan yang tinggi,” ungkapnya.

Dalam risetnya, beliau juga mengulas mengenai variasi genetik ikan gupi. Menurutnya, variasi genetik adalah tingkat perbedaan gen antar spesies atau antar populasi yang menunjukkan hubungan genetik. Hubungan genetik antar populasi yang telah dikaji pada berbagai spesies ikan yang berbeda memiliki makna evolusi yang besar berkaitan dengan adaptasi lokal, perubahan mikroevolusi dan pengaturan keanekaragaman genetik.

“Perubahan warna pada gupi merupakan upaya melindungi diri terutama dari ancaman predator, begitu juga dengan keanekaragaman genetik dapat mempengaruhi kemampuan spesies untuk merespon perubahan lingkungan agar dapat bertahan hidup,” tutur Sucipto.

 

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Guppy

http://fst.unair.ac.id/pakar-benarkah-ikan-guppy-dapat-digunakan-sebagai-bioindikator/


Post Views: 260


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved