8 months ago, Posted by: oknet02

Awas! Jangan-Jangan Ada Uap Merkuri di Rumahmu

Kita lebih sering mengingat merkuri dalam bentuk cairan berwarna silver yang biasanya ada di termometer air raksa. Merkuri juga digunakan dalam pembuatan saklar listrik atau tombol saklar di mesin yang diproduksi di pertengahan abad ke-20. Zat ini juga dapat ditemukan di lampu neon dan bahkan juga lampu hemat energi yang mungkin ada di rumah kita.

Bentuk cair dari merkuri ini bisa sangat berbahaya, lebih berbahaya lagi karena merkuri bisa menguap di suhu ruang. Ketika merkuri menguap, zat ini mengisi udara dengan atom-atom merkuri yang kecil dan tidak kasat mata serta tanpa aroma dan bisa larut dalam minyak atau lemak.

Jika uap merkuri ini dihirup, zat ini akan sangat mudah diserap oleh tubuh, dimana akan menyebar pertama kali ke paru-paru dan selanjutnya menyebar ke darah dan otak. Racun saraf ini bisa menyebabkan gangguan tidur, agitasi, dan kelumpuhan saat tidur.

Paparan uap merkuri dapat menyebabkan gangguan neurologis erethism mercurialis - dengan setidaknya satu gejala yang dapat diamati, menurut Thomas Gebel, seorang ahli toksikologi di Institut Federal Jerman untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Dortmund.

"Ada kasus yang terdokumentasi secara historis yang menggambarkan bagaimana tulisan tangan orang berubah. Mereka mulai tergelincir di ujung garis dan tidak bisa menulis dengan benar," kata Gebel.

Merkuri dalam bentuk uap sangatlah berbahaya!

Bahkan hal sederhana seperti termometer yang rusak dapat menyebabkan keracunan merkuri. Hal ini bisa sangat berbahaya di ruang bermain anak-anak jika merkuri cair merembes ke celah-celah dan sudut-sudut tembok dan dibiarkan saja sehingga perlahan-lahan menguap.

"Ini tidak seperti dengan air panas - air menguap dan hilang. Tetapi merkuri menguap lebih lambat, bisa memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu, dan bisa dihirup dalam jangka waktu yang lebih lama," kata Gebel.

Jochen Flasbarth, presiden Badan Lingkungan Federal Jerman, mengatakan anak-anak di beberapa negara berkembang sering mengekspos diri mereka terhadap risiko keracunan merkuri dengan membongkar lampu neon dan lampu hemat energi untuk mendapatkan logam di dalamnya.

"Mereka baru saja membuka lampu," kenang Flasbarth dari kunjungan ke India, "Dan merkuri yang menguap berakhir di rumah mereka." Diperlukan waktu berminggu-minggu untuk menghilangkan gejala keracunan merkuri.

Selain merkuri cair, garam dan senyawa merkuri juga berbahaya, terutama ketika masuk ke sistem air melalui limbah industri. Merkuri bisa menganggu kesuburan ikan-ikan yang terkontaminasi.

"Kami sudah lama tahu bahwa merkuri dapat menumpuk di ganggang dan ikan," kata Gebel. "Tidak peduli senyawa merkuri mana yang mencemari air, merkuri selalu kembali kepada kita melalui hal-hal seperti makanan laut - dan itu dalam bentuk terkonsentrasi."

Keracunan merkuri melalui makanan laut dan ikan yang sangat terkontaminasi dapat merusak kesuburan seseorang serta mengancam sistem saraf mereka.

Tetapi sementara merkuri umumnya dianggap sangat beracun, dokter pada akhir abad ke-19 memberi pasien sejumlah besar unsur untuk mengobati penghalang usus.

"Minum merkuri memiliki efek pencahar," jelas ahli toksik Gebel. "Kepadatannya membersihkan usus dengan luar biasa."

Efeknya sama sekali berbeda ketika merkuri dihirup. Sebagai uap, merkuri terhirup sebagai atom individu dan cepat diserap oleh paru-paru di mana efek beracunnya mulai berkembang.

Namun, jika Anda minum air raksa, hampir tidak ada yang tertinggal dalam tubuh, sebagian besar keluar dari tubuh setelah melakukan fungsinya.

"Merkuri jika dikonsumsi secara oral, tanpa dihirup, hampir tidak menimbulkan risiko," kata Gebel.

Tapi jangan juga mencoba minum merkuri karena sebagian besar pasien di abad ke-19 tidak bisa bertahan hidup. Terlalu mudah untuk menghirup merkuri secara tidak sengaja saat akan meminumnya.

Sumber :

https://www.dw.com/en/just-how-dangerous-is-mercury-anyway/a-16522491


Post Views: 200


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved