9 months ago, Posted by: oknet02

Kecerdasan Buatan : Jack Ma VS Elon Musk

Perkembangan teknologi komputer saat ini berkembang secara eksponensial setelah adanya revolusi industri. Hampir semua hal saat ini sudah terkoneksi dengan komputer. Manusia saat ini sungguh sangat dimanjakan dengan berbagai kemudahan dimana hampir semua kegiatan bisa dilakukan lewat komputer atau smartphone kita misalnya belanja online, kuliah online, daftar SIM online, buat paspor online, penentuan rute distribusi dengan algoritma komputer, menentukan keputusan dengan bantuan SPK dan berbagai kegiatan lain yang bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik saja pada perangkat kita. Kemampuan komputerpun juga terus dikembangkan, tidak hanya untuk menjalankan kode atau perintah dari manusia saja, namun juga diharapkan komputer bisa belajar dari input-input yang diberikan atau biasa disebut machine learning. Machine learning adalah bagian dari kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yaitu kemampuan komputer untuk menjalankan pekerjaan seperti layaknya yang dilakukan manusia.

Kecerdasan buatan ini memicu banyak pro dan kontra karena bisa saja berdampak positif atau malah akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia. Jack Ma dan Elon Musk, dua orang yang cukup berpengaruh dalam perkembangan teknologi dipertemukan pada acara World AI Conference (WAIC) di Shanghai, China memiliki pandangan yang berbeda tentang kecerdasan buatan.

Jack Ma yang merupakan pendiri dari salah satu e-commerce besar, Alibaba, mengatakan bahwa dia cukup optimis tentang perkembangan AI dan merasa tidak ada yang perlu ditakutkan, khusunya untuk orang-orang 'street smart' seperti dia. Lain halnya dengan Elon Musk yang merasa bahwa AI bisa menjadi ancaman karena teknologi berkembang sangat pesat lebih dari kemampuan manusia untuk memahaminya.

Jack Ma fokus pada pendapatnya tentang bagaimana Machine Learning dapat bertindak sebagai alat untuk kebaikan. Dia berkata bahwa AI adalah suatu hal yang perlu untuk di 'embrace' dan akan memberikan pandangan baru terkait cara pikir manusia.

"Ketika manusia memahami dirinya sendiri dengan lebih baik, maka kita bisa memperbaiki dunia dengan lebih baik," jelasnya.

Dia memperkirakan AI akan membantu menciptakan jenis pekerjaan baru, yang akan membutuhkan lebih sedikit waktu kita dan berpusat pada tugas-tugas kreatif.

"Saya pikir orang hanya harus bekerja tiga hari seminggu, empat jam sehari," katanya.

"Dalam periode kecerdasan buatan, orang bisa hidup 120 tahun."

"Pada saat itu kita akan memiliki banyak pekerjaan yang tak seorang pun ingin lakukan. Jadi, kita membutuhkan kecerdasan buatan agar robot dapat merawat orang-orang tua."

"Jadi itu pandangan saya tentang pekerjaan, jangan khawatir tentang itu, kita akan tetap memiliki pekerjaan."

Sebaliknya, Elon Musk menyarankan bahwa pengangguran massal adalah masalah yang mungkin terjadi akibat berkembangnya AI.

"AI akan membuat pekerjaan menjadi sia-sia," katanya.

"Mungkin pekerjaan terakhir yang tersisa adalah memprogram AI, dan akhirnya, AI bisa memprogram perangkat lunaknya sendiri."

Dia menambahkan bahwa ada risiko bahwa peradaban manusia bisa berakhir dan akhirnya dilihat sebagai pos pementasan untuk jenis kehidupan yang superior.

"Anda bisa menganggap manusia hanya sebagai bootloader biologis untuk super-intelijen digital," jelas Elon Musk.

"Boot loader adalah ... semacam sedikit kode yang diperlukan untuk memulai komputer.

"Kita (AI) tidak bisa mengembangkan sirkuit silikon. Harus ada campur tangan biologi untuk sampai ke sana."

Untuk menghindari nasib seperti itu, dia berkata kita perlu menemukan cara untuk menghubungkan otak kita ke komputer sehingga kita bisa "mengikuti perjalanan dengan AI" - sesuatu yang dia coba capai melalui salah satu start-up terbarunya (Neura-Link).

AI akan menjadi lelah mencoba berkomunikasi dengan manusia, karena kita akan jauh lebih lambat sebagai pemikir dibandingkan dengan mereka.

"Pidato manusia di depan komputer akan terdengar seperti bunyi desah yang sangat lambat, seperti bunyi paus," Elon menjelaskan.

"Berapa bandwidth kita? Mungkin hanya beberapa ratus bit per detik, atau, mungkin maks beberapa kilobit per detik.

"Sedangkan komputer dapat dengan mudah berkomunikasi pada tingkat terabit. Jadi, komputer hanya akan menjadi tidak sabar. Hal ini akan seperti berbicara dengan pohon. Hampir tidak ada informasi yang didapat"

Jack Ma mengakui bahwa AI sekarang dapat mengalahkan manusia di permainan seperti catur dan Go, tetapi ia mengklaim bahwa komputer hanya akan menjadi salah satu dari beberapa alat cerdas yang akan manusia kembangkan dari waktu ke waktu.

"Jangan khawatir tentang mesin," katanya.

"Yang pasti, kita harus memahami satu hal: manusia itu tidak akan pernah bisa membuat manusia lain.

"Komputer adalah komputer. Komputer hanyalah mainan."

"Manusia bahkan tidak bisa membuat nyamuk. Jadi, kita harus memiliki kepercayaan diri. Komputer hanya punya chip, manusia punya hati. Itu adalah jantung dari mana kebijaksanaan itu berasal."

Meskipun Jack Ma mengakui bahwa kita perlu menemukan cara untuk menjadi "lebih kreatif dan konstruktif", ia menyimpulkan bahwa "pandangan saya adalah bahwa komputer mungkin pintar, tetapi manusia jauh lebih pintar".

Elon Musk menjawab: "Ya, tentu saja tidak."

"Ini akan sampai ke titik di mana [AI] hanya dapat sepenuhnya mensimulasikan seseorang dengan segala cara yang mungkin, seperti banyak orang secara bersamaan," tambahnya.

"Sebenarnya, ada argumen yang kuat, kita sedang dalam simulasi sekarang."

Menjelang akhir acara, kedua orang itu berkumpul pada satu titik - bahwa kekhawatiran tentang kelebihan populasi salah arah.

"Dengan asumsi ... ada masa depan yang baik dengan AI, saya pikir masalah terbesar yang akan dihadapi dunia dalam 20 tahun adalah keruntuhan populasi," kata Elon.

"Saya ingin menekankan ini, masalah terbesar dalam 20 tahun adalah keruntuhan populasi, bukan ledakan populasi."

Jack Ma mengatakan bahwa dia benar-benar setuju.

"Satu koma empat miliar orang di China terdengar banyak, tapi saya pikir 20 tahun ke depan kita akan melihat hal ini membawa masalah besar ke China," katanya.

"Dan kecepatan penurunan populasi akan semakin cepat. Sekarang kita sudah mulai collapse."

Namun, ia menyarankan, menggunakan AI untuk membantu orang hidup lebih lama, kehidupan yang lebih sehat bisa menjadi bagian dari solusi terkait hal tersebut.

Sumber :

https://www.bbc.com/news/technology-49508091


Post Views: 239


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved