2 months ago, Posted by: oknet02

Pengawetan Sperma dengan Pembekuan

Pembekuan mani ataupun kriopreservasi mani merupakan proses mengawetkan sel mani memakai temperatur yang rendah buat digunakan di masa yang hendak tiba. Program kriopreservasi mani membagikan peluang pada pria yang berpotensi tidak produktif dikala ini ataupun di masa yang hendak tiba buat mempunyai generasi. Kriopreservasi mani butuh didiskusikan serta ditawarkan kepada penderita saat sebelum pengobatan yang bisa merendahkan kesuburan pria misalnya penyembuhan kanker ataupun vasektomi( pemotongan saluran mani bagaikan wujud kontrasepsi). Program ini pula digunakan buat menjamin ketersediaan mani saat sebelum proses balita tabung. Mobilitas manusia yang besar bisa menimbulkan pria tidak bisa menyerahkan spermanya di dikala proses balita tabung dilaksanakan. Apabila pria tersebut sudah melaksanakan pembekuan mani tadinya, hingga mani tersebut bisa digunakan buat proses balita tabung.

Sejarah pembekuan mani sudah diawali semenjak tahun 1776. Lazzaro Spallanzani memakai salju sepanjang masa dingin serta mengamati kalau mani manusia pas bergerak sehabis pembekuan serta pencairan. Di pertengahan abad 20 Polge menciptakan kalau gliserol merupakan bahan pelindung pembekuan yang efisien buat pembekuan mani. Semenjak itu, gliserol jadi bahan pelindung pembekuan( krioprotektan) utama yang digunakan buat membekukan mani dari sebagian besar spesies hewan serta manusia. Kehamilan awal yang dihasilkan dari mani manusia yang dibekukan bersama

gliserol dilaporkan pada tahun 1953.

Hingga tahun 1963, air sperma manusia diawetkan pada temperatur- 75oC dengan“ es kering”. Seluruh kehamilan dihasilkan dari penyimpanan mani jangka pendek. Pada pertumbuhan berikutnya Nitrogen cair(- 196oC) mengambil alih es kering. Dengan nitrogen cair mani bisa ditaruh lebih lama. Laporan menampilkan kalau air sperma manusia yang ditaruh sepanjang kurang lebih 40 tahun dengan tata cara ini masih bisa menciptakan kehamilan dan

kelahiran hidup. Balita tabung dengan tata cara penyuntikan mani ke dalam telur( intracytoplasmic sperm injection) membolehkan tidak cuma mani dalam air sperma yang dapat ditaruh beku, apalagi mani yang diperoleh dari epididimis( saluran mani) serta testispun bisa dibekukan.

Prosedur pembekuan mani yang universal dicoba dikala ini menimbulkan penyusutan persentase mani bergerak serta bertahan hidup sampai 50%. Kerapkali sebagian mani hendak lenyap sebab melekat pada bilik perlengkapan penyimpanan( kontainer) mani beku. Untuk pria sehat dengan jumlah mani yang banyak, penyusutan mutu serta kuantitas mani ini tidak hendak jadi permasalahan karena sebagian juta mani bergerak sehabis pencairan telah lumayan buat palaksanaan balita tabung. Tetapi, pria dengan air sperma yang memiliki sedikit mani, penyusutan mutu serta kuantitas ini hendak jadi permasalahan yang besar. Tata cara yang membolehkan kriopreservasi mani dalam jumlah satuan hendak sangat berguna untuk penderita dengan kendala kesuburan yang berat.

Banyak periset berupaya buat menciptakan teknologi baru spesialnya buat pembekuan mani dalam jumlah jumlah terbatas. Mereka memakai sebagian bahan penyimpanan biologis serta non- biologis. Periset dari Unair sudah memakai Cryologic®( suatu perlengkapan buat menaruh embrio beku) serta sukses menaruh mani dalam jumlah berapa juga( https:// docs. google. com/ viewer? url=https:// www. balimedicaljournal. org/ index. php/ bmj/ article/ viewFile/ 1732/ pdf).

Mengestimasi kalau pengobatan baru hendak ada di masa depan, sebagian pusat kesehatan sudah memutuskan buat menaruh jaringan testis kanak- kanak yang mengidap kanker. Mereka berisiko besar hadapi kemandulan serta tidak memiliki opsi lain buat mempertahankan kesuburannya. Sel punca mani dari jaringan yang dikriopreservasi diharapkan hendak jadi sumber sel yang cocok buat pembuatan mani di luar badan ataupun transplantasi kembali ke dalam testis penderita di masa depan sehabis pengobatan dari kanker. Pembekuan mani ialah salah satu usaha pelestarian kesuburan yang membolehkan penyimpanan mani dengan jangka waktu yang tidak terbatas serta menjamin ketersediaan mani buat proses balita tabung. Mani dalam jumlah berapa juga apalagi dapat ditaruh beku. 

 

Penulis: Agustinus, dr., Sp.And 


Post Views: 82


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved