1 month ago, Posted by: oknet02

Ini Kisah Peraih Medali Olimpiade Biologi Dunia Setelah Gagal Berturut-turut

Nathaniel Teopilus membagikan perjuangannya dalam meraih medali perunggu di ajang olimpiade biologi bergengsi tingkat dunia (International Biology Olympiad atau IBO). Teo mengaku sempat menelan kegagalan dalam rentang waktu 3 tahun berturut-turut sebelumnya.

Kisah perjuangan Teo dimulai saat ia masih duduk di bangku kelas 7 SMP (Sekolah Menengah Pertama). Saat itu, ia mengikuti kompetisi sains nasional (KSN) dengan membawa tekad untuk mengasah keterampilannya di masa depan.

"Saat itu saya sadar, ajang ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengasah keterampilan saya atau pun juga karakter-karakter yang diperlukan untuk mempersiapkan masa depan," cerita Teo dalam diskusi virtual Silaturahmi Merdeka Belajar episode ke-4 yang bertajuk "Menjaga Nyala Api Prestasi di Masa Pandemi", Kamis (26/8/2021).

Menurut cerita siswa asal Pontianak, Kalimantan Barat ini, ia hanya berhasil hingga tahap kompetisi sains tingkat provinsi. Percobaan pertamanya belum membawanya hingga tingkat nasional.

Kemudian, Teo yang saat itu naik ke kelas 8 SMP, kembali melanjutkan perjuangannya tersebut. Ia mengikuti kompetisi yang sama dengan segala proses yang dimulai dari 0 dengan hasil lolos dalam seleksi tingkat nasional.

"Tapi, sayangnya saya waktu itu juga masih belum berhasil memperoleh medali. Karena saya merasa waktu itu persiapan materi dan mental saya belum matang," sambung dia.

Tibalah masa Teo naik ke kelas 9 SMP. Artinya saat itu ia pun harus dihadapi oleh Ujian Nasional (UN). Namun, hal tersebut tidak lantas membuat siswa Sekolah Kristen Immanuel Pontianak ini mundur.

Ia lagi-lagi menantang dirinya untuk mengikuti kompetisi sains nasional tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas), bersaing dengan kakak kelasnya. Pada saat ini pula, Teo menjatuhkan pilihannya pada biologi sebagai bidang yang akan ditekuninya.

"Saya pun memutuskan untuk mengambil KSN bidang biologi karena saya merasa di biologi banyak analisis, kebetulan saya suka analisis dan mengasosiasikan konsep," ungkap Teo.

Perlu diketahui, para peserta KSN yang masih duduk di bangku kelas 9 SMP sudah dibolehkan untuk ikut serta dalam KSN tingkat SMA. Teo mengaku memang dibutuhkan persiapan yang matang dalam membagi fokusnya mempersiapkan UN dan KSN.

Namun, kegagalan yang ketiga kalinya lagi-lagi harus diterima Teo. Ia lolos ke tingkat nasional namun belum berhasil membawa medali. Menurut penuturan Teo, ia pun sempat merasa putus asa dan berpikir untuk berhenti saat itu.

"Saya awalnya sempat berikir apakah sebaiknya saya tidak melanjutkan kompetisi tahun ini," tutur Teo.

Hingga Teo naik ke jenjang yang lebih tinggi di kelas 10 SMA, yang artinya menjadi kesempatan terakhir Teo dalam mengikuti KSN tingkat nasional di bidang yang sama. Hal tersebut seakan menjadi 'cambukan' tersendiri baginya.

Teo pun kembali mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Ia mulai belajar dari pagi hingga malam. Tidak lupa mempersiapkan mental sebaik mungkin sebagai pembelajaran dari kompetisi sebelumnya.

"Saya sudah memulai, saya harus mengakhirinya dengan terbaik," tegas Teo.

Hasilnya, Teo berhasil meraih medali emas di KSN tingkat SMA. Bahkan menjadi wakil Indonesia dalam ajang olimpiade biologi internasional dengan membawa pulang medali perunggu di tangannya.

Sebagai penutup, Teo berpesan bahwa kita semua tetap bisa berprestasi dengan bermodalkan semangat juang dan kemauan yang tinggi.

"Tentunya juga untuk menyelesaikan apa yang sudah kita mulai dengan optimal," tutup dia.

Sumber: Detik


Post Views: 45


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved