5 months ago, Posted by: oknet02

Modal Hidup di Masa Depan: Sains dan Matematika

Di masa depan, keterampilan bidang Science, Technology, Engineering, and arithmetic (STEM) sangat dibutuhkan, apabila tidak ingin terganti oleh teknologi automasi.

Menurut laporan World Economic Forum, diprediksikan 85 juta pekerjaan akan digantikan oleh teknologi automasi pada tahun 2025. Sementara itu, 97 juta peran baru akan muncul dengan pembagian kerja baru antara manusia, mesin, dan algoritma.

Situasi tersebut mengindikasikan pekerjaan masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang kapabel dalam bidang STEM dan terampil berpikir kritis.

Namun sayangnya, itu menjadi tantangan bagi Indonesia. Sebab, nilai kompetensi matematika pelajar RI menempati peringkat 72 dari 78 negara, sedangkan sains di peringkat 70 dari 78 negara.

Untuk menumbuhkan minat pada STEM, mengingat kedua kategori di atas Indonesia masih di bawah rata-rata dunia, digelar STEM Education for youngsters oleh HP Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia.

"Melalui STEM Education for youngsters, kami ingin membangkitkan antusiasme para pelajar terhadap STEM dan mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan masa depan," ujar director HP Indonesia Fiona Lee dalam siaran persnya.

Dalam program ini, untuk saat sekarang menyasar 50 pelajar dan 10 guru dari SDN Lenteng Agung 01 Jakarta dan SDN Pepelegi 2 Sidoarjo. Program ini diharapkan mendukung para pelajar menumbuhkan minat di bidang STEM dan mengasah keterampilan di abadi 21.

Di sisi lain untuk mendorong anak Indonesia minat ke STEM, ini juga bagian dari menggalakkan literasi sains sebagai satu dari enam literasi dasar yang harus diakui pelajar Indonesia.

Di STEM Education for youngsters digelar dua hari. Selama itu pula, peserta terlibat dalam serangkaian pembelajaran interaktif seputar teknologi dan energi yang dilakukan secara online.

Lewat kurikulum HP LIFE, para pelajar akan dibekali pemahaman menghemat penggunaan energo dan memanfaatkan berbagai energi terbarukan yang ada di sekitar mereka.

Pada sesi eksperimen, peserta membuat prototipe lampu lalu lintas untuk memahami aplikasi konversi energi dan juga cara kerja teknologi.

Disebutkan, selain meningkatkan pengetahuan siswa, program STEM Education for youngsters juga menginspirasi para guru untuk mengembangkan pembelajaran STEM dengan konsep serupa di sekolah.

Sumber: Detik


Post Views: 126


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved