Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)Prof. Dedi Nursyamsi telah mencanangkan kegiatan pelatihan untuk sejuta penyuluh dan petani di Indonesia. Tujuannya Untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan SDM pertanian agar berkualitas dan ini termasuk prioritas Kementan.

Penguatan sektor pertanian melalui program peningkatan produktivitas pertanian terus dilakukan Kementerian Pertanian. Diantaranya dengan memaksimalkan petani sebagai pelaku utama untuk mampu memanfaatkan teknologi pertanian ultramodern yang didorong oleh penyuluh pertanian, sebagai garda terdepan. 

Peningkatan kemampuan tersebut dilakukan Kementan diantaranya melalui pelatihan untuk sejuta petani dan penyuluh yang diikuti peserta dari seluruh wilayah Indonesia. 

“Sebab, mencapai target produktivitas tinggi harus didukung juga dengan SDM Pertanian yang mumpuni terutama inovasi dan teknologi yang kini makin berkembang. Tentunya hal ini untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” terang Dedi. 
Lebihlanjut Dedi mengatakan bahwa saat ini peningkatan kualitas, kapasitas, pengetahuan, juga kemampuan Sumberdaya Manusia (SDM) pertanian dilakukan, dikarenakan SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian. 

BBPP Batu yang mengisi pada Gelombang ke-7 meliputi wilayah Bali mencakup 9 kabupaten dan kota, yang tersebar di 56 BPP Kostratani. Hasil menjaring melalui pendaftaran diperoleh jumlah peserta penyuluh sebanyak 556, peserta dengan predikat petani sebanyak24.932 sementara peserta lainnya sebanyak 648 jumlah keseluruhan peserta yang terjaring mencapai26.145 orang peserta lebih besar dari target yang diperkirakan. 

Antusias masyarakat Bali begitu tinggi disamping menyimak secara sendiri-sendiri diperoleh data dari ID1 sebanyak 694 peserta, ID2 955 peserta dan Youtube sebanyak 120 Bystander juga BPP Kostratani, Posluhdes, Saung Tani, bahkan P4S dijadikan nonton bareng pelatihan online sejuta petani dan penyuluh. 

Tercatat sekitar 526 titik yang dijadikan tempat berkumpul para petani dan lain, jika diasumsikan masing tempat berkumpul sebanyak 20 sesuai dengan prokes, maka jumlah peserta digelombang ke 7 mencapai10.052. Dengan demikian peserta yang hadir dan menyimak di gelombang 7 sebanyak 12. 289 peserta. 

Pelatihan bagi Sejuta Penyuluh dan Petani dimulai dengan kurikulum pengelolaan kesuburan tanah dan pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Metode pelatihan dilakukan amalgamated yakni online dan offline dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat di lokasi pelatihan setempat. 

Pelatihan sejuta petani dan penyuluh Gelombang 7 dibuka tepat pukul8.00 WIB dan Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian Kementerian PertanianProf. Dedi Nursyamsi, kembali mengingatkan kembali pada para peserta pelatihan terkait dengan kesuburan tanah.

Indonesia menuju pertanian maju, mandiri dan ultramodern, yang dimaksud pertanian maju berarti produktifitasnya selalu meningkat, efisiensi meningkat, nilai produksi turun, secara keseluruhan selalu meningkat.

Pertanian harus maju, seluruh komponen seperti poktan, gapoktan kwt, petani milenial harus mandiri. Inilah pentingnya mampu mengubah maindset. Maindset yang ada dalam petani, jangan punya pikirian mau menjadi petani kalau mendapat subsidi pupuk dll. Ini artinya kita tidak mandiri.

“Pertanian kita harus ultramodern ini berarti mampu memanfaatkan ilmu dan teknologi,”tegasnya. 

Ada 3 faktor pengungkit faktor produktifitas yaitu Inovasi teknologi dan sarpras, peraturan perundangan, kearifan lokal dan SDM.

Bicara tentang inovasi berarti yang menjadi sorotan adalah kemampuan kita dalam memanfaatkan/ menggunakan varietas yang memiliki keunggulan. Hal lain untuk meningkatkan produktifitas adalah pemupukan.

Pemupukan berimbang memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan hasil tanaman. Anjuran (rekomendasi) pemupukan harus dibuat lebih rasional dan berimbang berdasarkan kemampuan tanah menyediakan hara dan kebutuhan tanaman akan unsur hara, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan pupuk dan produksi tanpa merusak lingkungan akibat pemupukan yang berlebihan.

Hara N, P, dan K merupakan hara esensial bagi tanaman dan sekaligus menjadi faktor pembatas bagi pertumbuhan tanaman. Peningkatan dosis pemupukan N di dalam tanah secara langsung dapat meningkatkan kadar protein, akan menyebabkan tanaman mudah rebah, peka terhadap serangan hama penyakit dan menurunnya kualitas produksi, pemupukan P yang dilakukan terus menerus tanpa menghiraukan kadar P tanah yang sudah jenuh dapat pula mengakibatkan menurunnya tanggap tanaman terhadap pemupukan P tanaman yang dipupuk P dan K saja tanpa disertai N, hanya mampu menaikkan produksi yang lebih rendah. 

Pemupukan berimbang adalah penyediaan semua kebutuhan zat hara yang cukup sehingga tanaman mencapai hasil dan kualitas yang tinggi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu jenis dan dosis pupuk yang ditambahkan harus sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman. Dengan demikian jenis dan dosis pupuk yang diaplikasikan tidak dapat disamaratakan tetapi harus spesifik lokasi. (*)

Sumber: Times Indonesia
Unair.ac.id

By sintek