FTMM NEWS – Era modern ini, perkembangan teknologi melaju pesat dan tak terelakkan. Para ilmuwan mulai mempelajari sifat unik material pada skala nanometer sejak abad ke-19. Pada tahun 1959, fisikawan Richard Feynman memperkenalkan konsep nanoteknologi secara resmi melalui presentasinya. Kemudian, Norio Taniguchi mencetuskan istilah “nanoteknologi” pada tahun 1974. Perkembangan nanoteknologi semakin pesat di abad ke-20, hingga merambah berbagai sektor, mulai dari makanan, material, hingga kesehatan.

Nanoteknologi, bidang yang melibatkan manipulasi materi pada skala atom dan molekuler, telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai aplikasi. Chen (2023) menjelaskan bahwa salah satu prospek terbesar nanoteknologi terletak pada sektor kedokteran. Apalagi, Kemampuannya untuk mendesain molekul, mensintesis bahan, dan merakit perangkat dengan presisi nano.

Berikut beberapa contoh penerapannya

Diagnosis dini yang akurat menggunakan nanobiosensor, memanfaatkan imobilisasi enzim dalam serat nano dan partikel virus, dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Contohnya, biosensor untuk analisis tertentu (Poghossian, 2018). Yang kedua adalah nanomedicine, konsentrasi ini menggabungkan nanoteknologi dan kedokteran, dan memiliki prospek yang signifikan (Ahmed, 2014). Contoh penerapannya adalah bentuk vaksin. Selain itu, Scaffold Nano juga telah dikembangkan untuk membantu pertumbuhan sel baru, kulit, tulang, dan organ.

Meskipun masih dalam tahap awal, nanomedicine menunjukkan potensi luar biasa untuk merevolusi dunia kesehatan di masa depan. Nanomedicine akan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan memerangi berbagai penyakit dengan cara yang lebih efektif dan aman. Salah satu contohnya adalah pengembangan obat untuk penyakit kanker dan penyakit lainnya. Selain itu, nanoteknologi khususnya nanomedicine memiliki prospek yang cerah untuk membawa perubahan revolusioner dalam dunia kedokteran. Dengan adanya penelitian lebih lanjut, kita dapat memaksimalkan potensi nanoteknologi pada dunia kesehatan

 

REFERENSI

Ahmed, V., Kumar, M., Kumar, J., Chauhan, M.B., & Chauhan, N.S. (2014). Nanogold/Polyaniline/Penicillin G Nanoconjugates: A Novel Nanomedicine. International Journal of Polymeric Materials and Polymeric Biomaterials, 63, 86 – 91

Chen, Z., Wang, K., Chen, Q., Jiang, C., Wei, Y., Liu, H., Lu, M., Lu, Q., & Guo, W. (2023). Nano-ITLA Based on Thermo-Optically Tuned Multi-Channel Interference Widely Tunable Laser. Journal of Lightwave Technology, 41, 5405-5411.

Poghossian, A., Jablonski, M., Koch, C., Bronder, T.S., Rolka, D., Wege, C., & Schöning, M.J. (2018). Field-effect biosensor using virus particles as scaffolds for enzyme immobilization. Biosensors & bioelectronics, 110, 168-174 .

 

Penulis : Mahdania Aliya Rizki

Editor : Muhammad Alesha Fadhana

source
https://unair.ac.id

By sintek