Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Astronomi

Misi Artemis: Kapan Manusia Akan Kembali ke Bulan?

By admin Website
February 24, 2025 4 Min Read
Comments Off on Misi Artemis: Kapan Manusia Akan Kembali ke Bulan?

Setelah hampir 50 tahun sejak manusia terakhir kali menginjakkan kaki di Bulan pada misi Apollo 17, NASA kini tengah mempersiapkan sebuah program ambisius untuk membawa kembali astronot ke satelit alami kita. Program ini dikenal dengan nama Artemis, yang bertujuan tidak hanya untuk mengirimkan manusia kembali ke Bulan, tetapi juga untuk mempersiapkan misi yang lebih jauh ke Mars. Lalu, kapan tepatnya manusia akan kembali ke Bulan? Dan apa yang membedakan misi Artemis dengan program Apollo yang legendaris?

1. Apa itu Misi Artemis?

Misi Artemis adalah program eksplorasi luar angkasa yang diluncurkan oleh NASA dengan tujuan untuk mengirimkan astronot ke Bulan pada tahun 2025, dan akhirnya membangun kehadiran manusia yang lebih permanen di sana. Program ini diberi nama “Artemis” sebagai penghormatan kepada Artemis, dewi Bulan dalam mitologi Yunani, yang merupakan saudara kembar dari Apollo, dewa matahari. Sebagai informasi, program Apollo adalah program yang berhasil membawa manusia pertama kali ke Bulan pada tahun 1969, dengan Neil Armstrong sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di permukaan Bulan.

Namun, berbeda dengan Apollo yang hanya berfokus pada kunjungan singkat ke Bulan, Artemis dirancang untuk lebih dari sekadar kunjungan. NASA berencana untuk membangun sistem keberlanjutan yang memungkinkan manusia untuk tinggal lebih lama di Bulan dan memanfaatkan sumber daya lokal, seperti air es, untuk mendukung kehidupan dan eksplorasi lebih lanjut.

2. Jadwal Misi Artemis

Misi Artemis direncanakan untuk berlangsung dalam tiga fase utama:

  • Artemis I (Uji Coba Tanpa Awak):
    Misi ini merupakan uji coba tak berawak yang dijadwalkan pada tahun 2024. Artemis I akan mengirimkan Space Launch System (SLS), roket terbesar dan paling kuat yang pernah dibuat oleh NASA, bersama dengan pesawat luar angkasa Orion ke orbit sekitar Bulan. Misi ini bertujuan untuk menguji kemampuan roket dan pesawat sebelum digunakan dalam misi yang lebih berisiko. Artemis I dijadwalkan untuk diluncurkan pada tahun 2024, meskipun ada kemungkinan penundaan karena beberapa kendala teknis.
  • Artemis II (Penerbangan Berawak):
    Setelah Artemis I berhasil, misi selanjutnya adalah Artemis II, yang dijadwalkan pada tahun 2025. Dalam misi ini, untuk pertama kalinya, astronot akan terbang mengelilingi Bulan menggunakan pesawat Orion. Namun, mereka tidak akan mendarat di Bulan, melainkan hanya akan mengorbit satelit alami kita. Artemis II bertujuan untuk menguji sistem pesawat luar angkasa Orion dalam misi berawak dan memastikan kesiapan misi pendaratan manusia ke Bulan.
  • Artemis III (Pendaratan di Bulan):
    Misi Artemis III yang paling dinantikan akan membawa astronot kembali ke permukaan Bulan. Dijadwalkan pada tahun 2025, Artemis III akan mendaratkan dua astronot di kutub selatan Bulan, tempat yang belum pernah dijelajahi oleh misi Apollo. Pendaratan ini akan menjadi yang pertama kali dalam sejarah sejak Apollo 17 pada 1972. Astronot akan menghabiskan beberapa hari di permukaan Bulan untuk melakukan eksperimen ilmiah, mengumpulkan sampel, dan menguji teknologi baru yang akan berguna untuk eksplorasi Mars.

3. Tujuan Utama Misi Artemis

Misi Artemis memiliki tujuan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan sekadar mengirimkan manusia kembali ke Bulan. Beberapa tujuan utama dari program Artemis antara lain:

  • Menetap di Bulan:
    NASA ingin membangun Stasiun Luar Angkasa Gateway, sebuah stasiun yang akan mengorbit Bulan dan bertindak sebagai pusat logistik untuk eksplorasi Bulan lebih lanjut. Stasiun ini akan membantu astronot dalam perjalanan ke permukaan Bulan, serta memberikan tempat berteduh dan fasilitas untuk eksperimen. Selain itu, NASA berencana membangun basis lunar yang akan memungkinkan manusia untuk tinggal lebih lama di Bulan, mempelajari bagaimana bertahan di lingkungan Bulan, dan mengumpulkan sumber daya alami.
  • Eksplorasi Lebih Lanjut ke Mars:
    Artemis bukan hanya tentang Bulan. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan misi manusia ke Mars yang lebih ambisius pada tahun 2030-an. Dengan mengembangkan teknologi yang digunakan untuk menjelajahi Bulan, NASA berharap dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang sangat penting untuk perjalanan lebih jauh ke Mars. Ini termasuk pelatihan astronot dalam menghadapi lingkungan yang keras, teknologi pendaratan, dan penggunaan sumber daya lokal.
  • Menemukan dan Memanfaatkan Sumber Daya Alam di Bulan:
    Salah satu fokus penting dari misi Artemis adalah penambangan dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Bulan, terutama air es yang ditemukan di kutub selatan Bulan. Air es ini dapat diproses menjadi air minum atau diubah menjadi hidrogen dan oksigen, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk roket. Ini adalah langkah besar menuju eksplorasi luar angkasa yang lebih berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar yang harus dibawa dari Bumi.

4. Apa yang Membuat Misi Artemis Berbeda?

Meskipun Artemis memiliki tujuan yang mirip dengan program Apollo, ada beberapa hal yang membedakan kedua misi tersebut:

  • Eksplorasi Jangka Panjang:
    Program Apollo hanya mengirimkan astronot untuk kunjungan singkat ke permukaan Bulan, tetapi Artemis bertujuan untuk menjadikan Bulan sebagai “tempat tinggal sementara” yang memungkinkan manusia untuk tinggal lebih lama dan lebih sering kembali. Ini akan menjadi landasan untuk misi eksplorasi Mars yang lebih besar.
  • Teknologi Baru:
    Artemis menggunakan teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan dengan program Apollo, termasuk roket SLS yang jauh lebih kuat, pesawat luar angkasa Orion yang lebih modern, dan sistem pendaratan baru yang dapat membawa astronot ke permukaan Bulan dengan aman.
  • Kerja Sama Internasional:
    Program Artemis juga melibatkan kerja sama internasional yang lebih besar. Beberapa negara, termasuk anggota Program Artemis Accords seperti Kanada, Jepang, dan anggota Uni Eropa, berencana untuk berpartisipasi dalam misi ini, menyediakan teknologi, sumber daya, dan dukungan logistik.

5. Kesimpulan

Misi Artemis menandai awal dari era baru eksplorasi luar angkasa yang lebih ambisius, dengan tujuan tidak hanya mengirimkan manusia kembali ke Bulan, tetapi juga membangun kehadiran manusia di sana untuk jangka panjang. Dengan misi pertama yang dijadwalkan pada tahun 2024 dan pendaratan manusia di Bulan pada tahun 2025, program ini berusaha untuk membuka jalan bagi penjelajahan yang lebih jauh lagi, menuju Mars dan luar angkasa yang lebih dalam. Sebagai program yang berfokus pada keberlanjutan dan kolaborasi internasional, Artemis memberikan pandangan baru tentang masa depan eksplorasi luar angkasa yang lebih luas.

Tags:

AstronomiSains
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Teleskop James Webb: Revolusi Baru dalam Astronomi

Next

Bintang Neutron dan Pulsar: Objek Paling Eksotis di Alam Semesta

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme