Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Teknologi

Baterai Lithium vs Sodium: Sumber Daya Perangkat Elektronik

By admin Website
March 21, 2025 2 Min Read
Comments Off on Baterai Lithium vs Sodium: Sumber Daya Perangkat Elektronik

Baterai adalah komponen penting dalam perangkat elektronik. Saat ini, baterai lithium paling banyak digunakan. Namun, baterai sodium mulai menarik perhatian sebagai alternatif. Apa perbedaan keduanya?

Komposisi dan Material

Baterai lithium menggunakan ion lithium sebagai bahan utama. Material ini ringan dan memiliki kepadatan energi tinggi. Karena itu, baterai ini bisa menyimpan daya lebih banyak dalam ukuran kecil.

Sementara itu, baterai sodium menggunakan ion sodium. Sodium lebih mudah ditemukan dan lebih murah dibanding lithium. Ini membuat baterai sodium lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Kapasitas dan Kinerja

Baterai lithium memiliki kapasitas penyimpanan daya yang lebih besar. Ini berarti perangkat bisa digunakan lebih lama sebelum perlu diisi ulang. Selain itu, baterai ini memiliki siklus hidup yang lebih panjang.

Sebaliknya, baterai sodium masih memiliki kapasitas yang lebih rendah. Namun, teknologi terus berkembang. Penelitian terbaru menunjukkan peningkatan dalam kinerja baterai sodium.

Ketersediaan dan Biaya

Lithium adalah sumber daya yang terbatas. Proses penambangannya mahal dan memiliki dampak lingkungan. Harga baterai lithium cenderung lebih tinggi karena faktor ini.

Di sisi lain, sodium jauh lebih melimpah di alam. Produksi baterai sodium lebih murah dan berkelanjutan. Ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada lithium.

Keamanan dan Stabilitas

Baterai lithium memiliki risiko kebakaran jika terjadi overheat atau kerusakan. Ini karena reaksi kimia di dalamnya sangat sensitif. Oleh karena itu, perlu sistem perlindungan yang baik.

Baterai sodium lebih stabil dan lebih aman. Risiko terbakar atau meledak lebih rendah. Ini membuatnya lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan keamanan tinggi.

Penggunaan di Masa Depan

Saat ini, baterai lithium masih menjadi pilihan utama untuk ponsel, laptop, dan kendaraan listrik. Namun, dengan perkembangan teknologi, baterai sodium bisa menjadi alternatif yang lebih terjangkau.

Dalam beberapa tahun ke depan, baterai sodium mungkin akan lebih banyak digunakan, terutama untuk penyimpanan energi skala besar. Ini bisa membantu menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Kesimpulan

Baterai lithium unggul dalam kapasitas dan kinerja. Namun, baterai sodium lebih murah dan lebih aman. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Di masa depan, teknologi akan terus berkembang untuk menghasilkan baterai yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

Baterai
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Panel Surya Efisiensi Tinggi: Sumber Energi Terbarukan

Next

Mobil Listrik: Transportasi Ramah Lingkungan

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme