Bagaimana Manusia Mampu Bertahan Hidup Tanpa Tidur?
Tidur adalah kebutuhan dasar manusia. Tanpa tidur, tubuh dan otak tidak bisa berfungsi dengan baik. Namun, ada beberapa kasus di mana seorang manusia mampu bertahan hidup tanpa tidur dalam waktu lama. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Apa yang Terjadi Jika Tidak Tidur?
Saat kurang tidur, tubuh mengalami berbagai gangguan. Konsentrasi menurun, emosi tidak stabil, dan sistem imun melemah. Jika dibiarkan, kurang tidur ekstrem bisa menyebabkan halusinasi, kehilangan kesadaran, bahkan kematian.
Kasus Orang yang Bertahan Tanpa Tidur
Beberapa orang dilaporkan bisa bertahan tanpa tidur dalam waktu lama. Misalnya, Randy Gardner, seorang pelajar yang pada tahun 1964 berhasil tetap terjaga selama 11 hari tanpa tidur. Setelah eksperimen selesai, ia mengalami gangguan kognitif serius, tapi pulih setelah kembali tidur normal.
Ada juga orang dengan kondisi langka seperti Fatal Familial Insomnia (FFI), gangguan genetik yang membuat penderitanya kehilangan kemampuan tidur secara bertahap. Sayangnya, kondisi ini fatal dan tidak memiliki obat.
Adaptasi Tubuh terhadap Kurang Tidur
Beberapa orang mengembangkan kebiasaan tidur sangat singkat tetapi tetap bisa berfungsi normal. Ini disebut short sleeper syndrome. Mereka hanya tidur sekitar 4 jam per malam tanpa merasa lelah. Kondisi ini diyakini terkait dengan faktor genetik.
Selain itu, tubuh bisa beradaptasi dengan tidur dalam siklus pendek, seperti metode polyphasic sleep, di mana seseorang tidur dalam beberapa sesi singkat sepanjang hari.
Bisakah Manusia Hidup Tanpa Tidur Selamanya?
Saat ini, tidak ada bukti bahwa manusia bisa hidup tanpa tidur sepenuhnya. Tidur sangat penting untuk pemulihan otak dan tubuh. Meski beberapa orang bisa bertahan tanpa tidur lebih lama dari biasanya, pada akhirnya mereka tetap membutuhkan istirahat agar tetap sehat.
Kesimpulan
Tidur adalah kebutuhan vital manusia. Meski ada manusia yang mampu bertahan hidup lebih lama tanpa tidur, pada akhirnya tubuh tetap memerlukan istirahat. Tanpa tidur, berbagai gangguan fisik dan mental bisa terjadi. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga