Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Environment

Samudra Menyimpan Lebih Banyak Karbon dari Hutan

By admin Website
April 22, 2025 2 Min Read
Comments Off on Samudra Menyimpan Lebih Banyak Karbon dari Hutan

Karbon dioksida (CO₂) adalah gas rumah kaca utama yang menyebabkan pemanasan global. Banyak yang menganggap hutan sebagai penyerap karbon paling efektif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa samudra menyimpan lebih banyak karbon daripada hutan. Peran laut sangat penting dalam mengatur iklim Bumi.

Laut sebagai Penyerap Karbon

Samudra menutupi sekitar 70% permukaan Bumi. Air laut menyerap karbon dari atmosfer melalui proses alami. Ketika udara dan laut bersentuhan, sebagian karbon dioksida larut ke dalam air. Proses ini membantu mengurangi jumlah karbon di udara.

Peran Fitoplankton

Fitoplankton adalah organisme kecil di permukaan laut. Mereka menyerap karbon dioksida saat melakukan fotosintesis, mirip dengan tumbuhan di darat. Saat fitoplankton mati, tubuh mereka tenggelam ke dasar laut, membawa karbon bersama mereka. Proses ini dikenal sebagai “biological pump” atau pompa biologis karbon.

Karbon di Dasar Laut

Banyak karbon tersimpan di sedimen dasar laut. Karbon ini berasal dari sisa-sisa organisme laut dan partikel organik lain. Lapisan sedimen ini bisa menyimpan karbon selama ribuan hingga jutaan tahun. Inilah salah satu alasan mengapa laut disebut sebagai penyimpan karbon jangka panjang.

Laut Dalam yang Stabil

Laut dalam tidak banyak mengalami perubahan suhu atau gangguan. Hal ini membuatnya menjadi tempat yang stabil untuk menyimpan karbon. Di kedalaman ini, karbon tidak cepat kembali ke atmosfer. Proses pertukaran karbon berlangsung sangat lambat, sehingga laut dalam menjadi penyimpan karbon yang sangat efektif.

Lebih Banyak dari Hutan

Hutan memang menyerap karbon melalui pohon dan tumbuhan. Namun, sebagian besar karbon di hutan tetap berada di atas tanah, mudah lepas saat terjadi kebakaran atau penebangan. Sementara itu, laut menyimpan karbon dalam jumlah lebih besar dan lebih lama. Diperkirakan samudra menyimpan sekitar 50 kali lebih banyak karbon dibanding atmosfer.

Kesimpulan

Samudra memainkan peran besar dalam menyerap dan menyimpan karbon. Dengan kemampuan ini, laut menjadi salah satu sistem penyeimbang iklim global. Perlindungan laut sama pentingnya dengan pelestarian hutan. Keduanya adalah bagian penting dalam mengatasi perubahan iklim yang semakin nyata.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

SainsSamudra
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Arus Laut: Dinamika Ajaib di Balik Gerakan Air Laut

Next

Lautan sebagai Laboratorium Raksasa Sains

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme