Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Environment

Bagaimana Oksigen Laut Mempengaruhi Ekosistem?

By admin Website
April 24, 2025 2 Min Read
Comments Off on Bagaimana Oksigen Laut Mempengaruhi Ekosistem?

Oksigen adalah elemen penting bagi ekosistem di laut. Tanpa oksigen, banyak makhluk laut tidak dapat bertahan hidup. Proses oksigenasi di laut sangat mempengaruhi keseimbangan ekosistem laut.

Sumber Oksigen di Laut

Oksigen di laut sebagian besar berasal dari dua sumber utama. Pertama, proses fotosintesis oleh fitoplankton. Fitoplankton menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen sebagai hasil sampingannya. Kedua, gelombang laut yang membawa udara dari atmosfer ke permukaan air, memungkinkan pertukaran oksigen antara udara dan laut.

Fotosintesis oleh fitoplankton adalah sumber utama oksigen di laut. Fitoplankton ini sangat penting, karena mereka berada di dasar rantai makanan laut dan mendukung kehidupan organisme lain.

Peran Oksigen dalam Ekosistem Laut

Oksigen penting untuk berbagai jenis kehidupan laut, mulai dari plankton kecil hingga paus besar. Banyak hewan laut, seperti ikan, krustasea, dan moluska, bergantung pada oksigen terlarut dalam air untuk bernapas. Tanpa oksigen, hewan-hewan ini tidak dapat bertahan hidup.

Selain itu, mikroorganisme yang hidup di dasar laut juga memerlukan oksigen untuk proses dekomposisi. Proses ini penting untuk siklus nutrisi di laut, karena membantu mengurai bahan organik dan mendaur ulang nutrisi yang dibutuhkan oleh organisme lain.

Dampak Kekurangan Oksigen

Kekurangan oksigen di laut dapat menyebabkan masalah besar. Fenomena ini dikenal sebagai “zona mati”. Zona mati terjadi ketika kadar oksigen turun sangat rendah, mengakibatkan hilangnya kehidupan laut di area tersebut. Banyak spesies ikan dan organisme laut lain tidak dapat bertahan hidup di zona mati.

Zona mati sering terjadi di daerah pesisir yang tercemar oleh limbah organik dan polusi. Polusi ini meningkatkan pertumbuhan fitoplankton, yang ketika mati, mengonsumsi oksigen saat proses dekomposisi. Hal ini mengurangi jumlah oksigen yang tersedia bagi makhluk hidup lainnya.

Perubahan Oksigen dan Perubahan Ekosistem

Perubahan suhu air laut juga mempengaruhi kandungan oksigen. Air yang lebih hangat cenderung mengandung lebih sedikit oksigen. Pemanasan global dapat memperburuk masalah ini, menyebabkan lebih banyak zona mati dan mengancam keberlanjutan ekosistem laut.

Penurunan kadar oksigen dapat mengubah struktur komunitas di laut. Spesies yang sensitif terhadap oksigen akan menghilang, sementara spesies yang lebih toleran terhadap kondisi tersebut akan mendominasi. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan merusak keberagaman hayati.

Kesimpulan

Oksigen laut sangat penting untuk kelangsungan hidup ekosistem laut. Oksigen mendukung kehidupan berbagai organisme, memperlancar proses dekomposisi, dan menjaga keseimbangan rantai makanan. Namun, kekurangan oksigen, yang disebabkan oleh polusi dan perubahan iklim, dapat mengancam ekosistem laut secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kualitas air laut agar ekosistem tetap sehat.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

LautOksigenSains
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Apakah Kita Baru Menjelajahi 5% Lautan?

Next

Adaptasi Unik Makhluk Laut Dalam

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme