Bagaimana Lautan Bisa Mempengaruhi Cuaca Darat?
Lautan bukan hanya hamparan air luas. Lautan juga berperan besar dalam mengatur cuaca di darat. Dari suhu udara hingga pola hujan, semuanya bisa dipengaruhi oleh kondisi laut. Artikel ini menjelaskan bagaimana laut bisa memengaruhi cuaca yang kita rasakan setiap hari.
Lautan Menyimpan Panas Matahari
Air laut menyerap panas matahari sepanjang hari. Panas ini tidak langsung hilang, tapi disimpan dalam waktu lama. Saat malam tiba atau musim berubah, laut melepaskan panas ke udara. Hal ini membuat suhu di daerah pesisir tetap hangat meski cuaca sejuk.
Laut juga memperlambat perubahan suhu. Karena itu, daerah dekat laut cenderung tidak terlalu panas atau terlalu dingin dibanding daerah yang jauh dari laut.
Penguapan Air Membentuk Awan
Air laut yang hangat akan menguap. Uap air ini naik ke udara dan membentuk awan. Jika awan menumpuk dan cukup berat, akan terjadi hujan.
Inilah sebabnya wilayah tropis yang dekat laut sering mengalami hujan deras. Semakin hangat laut, semakin banyak uap air yang naik, dan semakin besar kemungkinan terjadi badai.
Arus Laut Mengatur Suhu Global
Arus laut bergerak seperti ban berjalan raksasa hangat dari daerah tropis mengalir ke wilayah dingin, dan sebaliknya. Ini membantu menjaga keseimbangan suhu bumi.
Contohnya, arus laut bernama Gulf Stream membawa air hangat dari Teluk Meksiko ke Eropa. Tanpa arus ini, Eropa bisa jauh lebih dingin.
Fenomena Cuaca Global: El Niño dan La Niña
El Niño dan La Niña adalah perubahan suhu laut di Samudra Pasifik. Saat El Niño terjadi, air laut jadi lebih hangat. Ini bisa menyebabkan kekeringan di satu tempat dan banjir di tempat lain.
La Niña sebaliknya, membuat suhu laut jadi lebih dingin. Kedua fenomena ini memengaruhi cuaca di seluruh dunia, bahkan sampai Indonesia.
Kesimpulan
Lautan memainkan peran penting dalam sistem cuaca di darat. Panas yang disimpan, uap air yang dihasilkan, dan arus yang bergerak semuanya memengaruhi cuaca di daratan. Memahami hubungan ini membantu ilmuwan memprediksi cuaca dan menghadapi perubahan iklim dengan lebih baik.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga