Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kimia

Kimia di Balik Parfum dan Wewangian

By admin Website
May 9, 2025 2 Min Read
Comments Off on Kimia di Balik Parfum dan Wewangian

Parfum adalah campuran kimia yang dirancang untuk memberikan aroma menyenangkan. Wewangian digunakan dalam berbagai produk, mulai dari parfum pribadi hingga sabun, detergen, dan produk pembersih. Proses penciptaannya melibatkan sains dan seni sekaligus.

Apa Itu Parfum?

Parfum terdiri dari tiga komponen utama: minyak esensial, pelarut, dan fiksatif. Minyak esensial memberikan aroma utama. Pelarut, biasanya alkohol, membantu menyebarkan aroma ke udara. Fiksatif menjaga aroma agar bertahan lebih lama di kulit.

Minyak esensial bisa berasal dari bahan alami atau sintetis. Contoh bahan alami termasuk bunga, daun, kayu, dan rempah. Bahan sintetis dibuat di laboratorium untuk meniru aroma alami atau menciptakan aroma baru.

Bagaimana Parfum Bekerja?

Saat parfum disemprotkan, alkohol menguap dan membawa molekul aroma ke udara. Molekul ini kemudian dihirup oleh hidung dan diterjemahkan oleh otak sebagai bau. Proses ini disebut persepsi aroma.

Aroma parfum berubah seiring waktu. Awalnya, yang tercium adalah top notes—aroma ringan yang cepat menguap. Setelah itu muncul middle notes, atau heart notes, yang merupakan inti aroma. Terakhir, base notes muncul dan bertahan paling lama di kulit.

Peran Kimia dalam Pembuatan Wewangian

Kimia memungkinkan pencampuran aroma yang kompleks. Setiap wewangian dirancang dengan keseimbangan tertentu. Senyawa kimia seperti ester, aldehida, dan alkohol digunakan untuk menciptakan aroma tertentu.

Sebagai contoh, ester sering memberikan aroma buah. Aldehida bisa memberi kesan segar atau metalik. Senyawa ini diukur dan dicampur dengan hati-hati untuk menciptakan hasil akhir yang konsisten.

Kimia juga digunakan untuk meniru aroma langka. Misalnya, aroma ambergris atau kasturi alami yang sulit diperoleh kini bisa direplikasi dengan bahan sintetis yang lebih etis dan ramah lingkungan.

Keamanan dan Regulasi

Karena parfum bersentuhan langsung dengan kulit, setiap bahan harus aman. Industri wewangian mengikuti standar internasional. Bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi dikontrol atau dilarang penggunaannya.

Label pada produk biasanya mencantumkan “fragrance” atau “parfum” sebagai istilah umum. Namun, formula lengkap sering dirahasiakan untuk melindungi hak cipta pencipta aroma.

Kesimpulan

Parfum adalah hasil gabungan ilmu kimia dan kreativitas. Di balik aroma yang harum, ada proses ilmiah yang rumit dan terukur. Kimia wewangian memungkinkan kita menikmati berbagai aroma dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang aman dan menyenangkan.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

KimiaParfum
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Rahasia Kimia di Balik Sabun dan Detergen

Next

Kenapa Minuman Soda Bisa Berbuih?

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme