Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kimia

Reaksi Kimia Saat Kita Membuat Roti

By admin Website
May 15, 2025 2 Min Read
Comments Off on Reaksi Kimia Saat Kita Membuat Roti

Membuat roti adalah proses yang melibatkan banyak reaksi kimia. Dalam setiap langkah, bahan-bahan berinteraksi untuk menghasilkan tekstur dan rasa yang kita nikmati. Berikut ini adalah beberapa reaksi kimia utama yang terjadi saat membuat roti.

1. Pencampuran Bahan

Saat kita mencampur tepung, air, ragi, dan bahan lainnya, bahan-bahan tersebut mulai bereaksi. Ragi, yang merupakan mikroorganisme hidup, mulai bekerja saat terpapar dengan air dan gula. Ragi mengubah gula menjadi gas karbon dioksida (CO2) dan alkohol dalam proses yang disebut fermentasi. Gas CO2 inilah yang membuat adonan mengembang.

2. Pembentukan Gluten

Saat tepung tercampur dengan air, protein dalam tepung, yaitu glutenin dan gliadin, membentuk gluten. Gluten ini memberikan adonan elastisitas dan kekuatan, yang penting untuk struktur roti. Pembentukan gluten dipengaruhi oleh waktu pengadukan dan jumlah air dalam adonan.

3. Fermentasi

Fermentasi adalah proses kimia yang terjadi ketika ragi mengubah gula menjadi CO2 dan alkohol. Proses ini sangat penting untuk membuat adonan mengembang. Gas CO2 yang dihasilkan oleh ragi terperangkap dalam adonan yang elastis, membuat roti menjadi ringan dan mengembang. Proses fermentasi ini biasanya memakan waktu beberapa jam.

4. Pemanggangan

Setelah adonan cukup mengembang, roti dimasukkan ke dalam oven. Pada suhu tinggi, proses kimia lainnya terjadi. Gas CO2 yang terperangkap dalam adonan mengembang lebih lanjut, membuat roti semakin mengembang dan ringan. Selain itu, alkohol yang dihasilkan oleh ragi akan menguap. Selama pemanggangan, protein dalam adonan juga akan terdenaturasi, mengeras, dan membentuk struktur roti yang padat.

5. Karamelisasi dan Maillard Reaction

Saat roti dipanggang, dua reaksi kimia penting terjadi pada bagian luar roti. Karamelisasi adalah proses pemecahan gula menjadi senyawa baru yang memberikan warna cokelat pada kulit roti. Reaksi Maillard, di sisi lain, terjadi antara gula dan asam amino, menghasilkan rasa gurih dan aroma khas pada roti.

6. Pendinginan

Setelah keluar dari oven, roti perlu didinginkan. Pada saat ini, gas yang terperangkap di dalam roti mulai keluar, dan struktur roti akan stabil. Proses pendinginan ini memungkinkan roti mencapai tekstur yang pas dan siap dinikmati.

Kesimpulan

Proses kimia saat membuat roti sangat penting dalam menentukan tekstur, rasa, dan penampilan roti. Setiap langkah, mulai dari pencampuran bahan hingga pemanggangan, melibatkan reaksi kimia yang mengubah bahan-bahan sederhana menjadi makanan yang lezat.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

KimiaRoti
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Kandungan Kimia dalam Minyak Goreng

Next

Proses Kimia di Balik Es Krim yang Lembut

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme