Aplikasi Kimia di Teknologi Kedirgantaraan
Teknologi kedirgantaraan mencakup pesawat, satelit, dan roket. Semua itu tidak lepas dari peran ilmu kimia. Kimia membantu merancang bahan, bahan bakar, dan sistem pelindung untuk kondisi ekstrem di luar angkasa.
Bahan Ringan dan Tahan Panas
Pesawat dan roket membutuhkan bahan yang kuat tapi ringan. Kimia berperan dalam menciptakan logam campuran dan komposit. Contohnya adalah titanium alloy dan serat karbon.
Bahan-bahan ini tahan panas tinggi dan tekanan besar. Mereka juga tidak mudah berkarat, meski terpapar udara lembap atau ruang hampa.
Bahan Bakar Roket
Kimia juga berperan dalam pembuatan bahan bakar roket. Bahan bakar ini harus menghasilkan energi besar dalam waktu singkat. Ada dua jenis utama: padat dan cair.
Bahan bakar padat dibuat dari campuran kimia yang mudah terbakar. Bahan bakar cair menggunakan reaksi antara oksidator dan bahan bakar seperti hidrogen cair. Semua dirancang dengan perhitungan kimia yang presisi.
Pelindung Panas
Saat roket masuk kembali ke atmosfer, suhu permukaannya bisa sangat tinggi. Karena itu, dibutuhkan pelindung panas. Kimia menciptakan bahan keramik dan lapisan isolasi khusus.
Lapisan ini bisa menyerap panas tanpa terbakar. Contohnya adalah ubin pelindung pada pesawat ulang-alik. Tanpa teknologi kimia ini, wahana luar angkasa tidak bisa bertahan.
Sistem Pendukung Kehidupan
Di luar angkasa, udara dan air sangat terbatas. Kimia digunakan untuk mendaur ulang oksigen dan air di dalam kabin. Sistem ini bekerja dengan reaksi kimia yang mengubah karbon dioksida menjadi oksigen.
Air limbah juga diolah kembali menjadi air minum. Semua proses ini dirancang dengan reaksi kimia aman dan efisien.
Kesimpulan
Kimia adalah fondasi penting dalam teknologi kedirgantaraan. Dari bahan bakar hingga sistem daur ulang, semua mengandalkan reaksi kimia yang tepat. Tanpa kimia, perjalanan ke luar angkasa tidak akan mungkin terjadi.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga