Kimia dalam Pembuatan Drone Tahan Cuaca
Pengantar Drone Tahan Cuaca
Drone kini banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti pertanian, militer, dan pemetaan. Untuk bekerja di luar ruangan, drone harus tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Teknologi kimia berperan penting dalam menciptakan bahan dan pelapis yang melindungi drone dari hujan, panas, dan angin.
Bahan Dasar yang Tahan Cuaca
Drone tahan cuaca dibuat dari bahan yang ringan namun kuat. Bahan seperti serat karbon dan polimer termoplastik sering digunakan. Serat karbon memberikan kekuatan tinggi dengan bobot ringan. Sementara itu, polimer tahan panas membantu drone tetap stabil meskipun terkena suhu tinggi.
Kedua bahan ini tahan terhadap korosi dan tidak mudah rusak oleh air atau sinar matahari. Di sinilah peran ilmu kimia—menggabungkan elemen dan senyawa untuk menghasilkan bahan yang kuat dan tahan lama.
Pelapis Anti Air dan Anti Korosi
Pelapis luar drone dibuat dengan bahan kimia khusus. Salah satunya adalah fluoropolimer, yang bersifat hidrofobik. Bahan ini mencegah air menempel di permukaan drone. Air langsung menggulung dan jatuh, sehingga komponen dalam tidak basah.
Untuk mencegah karat atau korosi, logam dalam drone dilapisi dengan senyawa seperti seng atau krom. Lapisan ini bertindak sebagai pelindung dari oksidasi yang bisa merusak bagian dalam drone.
Perlindungan Terhadap Suhu Ekstrem
Drone yang digunakan di gurun atau daerah bersalju harus tahan suhu ekstrem. Bahan pelindung termal seperti silikon atau keramik digunakan untuk menjaga kestabilan suhu. Bahan ini menyerap panas atau menjaga suhu internal tetap stabil, sehingga komponen elektronik tetap berfungsi dengan baik.
Teknologi ini sangat bergantung pada reaksi kimia yang mengatur perpindahan panas dan isolasi termal.
Pengaruh Kimia pada Daya Tahan Baterai
Baterai drone juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Baterai lithium-ion, misalnya, bisa cepat rusak pada suhu tinggi atau rendah. Oleh karena itu, bahan kimia dalam baterai disesuaikan agar lebih stabil dan tahan lama di berbagai cuaca.
Penggunaan elektrolit khusus membantu menjaga kinerja baterai tetap optimal.
Penutup
Kimia memiliki peran besar dalam menciptakan drone yang tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Mulai dari bahan dasar, pelapis luar, hingga perlindungan suhu dan baterai, semuanya melibatkan teknologi kimia. Inovasi ini membuat drone bisa digunakan lebih luas dan lebih andal dalam segala situasi.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga