Penemuan Plastik dan Dampaknya
Plastik adalah salah satu penemuan paling berpengaruh dalam sejarah modern. Bahan ini ringan, kuat, dan mudah dibentuk. Namun, dampaknya terhadap lingkungan juga besar. Kimia memegang peran penting, baik dalam penciptaan maupun solusi atas masalah plastik.
Awal Penemuan Plastik
Plastik pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1907, Leo Baekeland menciptakan plastik sintetis pertama bernama Bakelite. Bahan ini tahan panas dan tidak mudah rusak, sehingga digunakan dalam alat listrik dan rumah tangga.
Plastik dibuat dari senyawa karbon, terutama minyak bumi. Dengan reaksi kimia, molekul kecil (monomer) diubah menjadi rantai panjang (polimer). Proses ini disebut polimerisasi.
Kelebihan yang Menjadi Masalah
Plastik sangat serbaguna. Ia digunakan di kemasan, kendaraan, alat medis, hingga pakaian. Karena murah dan tahan lama, plastik menjadi bahan favorit di berbagai industri.
Namun, sifat tahan lama itu juga menjadi masalah. Plastik sulit terurai secara alami. Sampah plastik menumpuk di laut dan tanah selama ratusan tahun. Hewan bisa tertelan plastik dan mengalami cedera atau mati.
Dampak terhadap Lingkungan
Plastik mencemari sungai, laut, dan tanah. Partikel kecilnya, disebut mikroplastik, masuk ke rantai makanan. Mikroplastik ditemukan dalam ikan, air minum, bahkan tubuh manusia.
Pembakaran sampah plastik juga menghasilkan gas berbahaya. Ini bisa mencemari udara dan membahayakan kesehatan.
Upaya Mengatasi Masalah
Ilmu kimia kini digunakan untuk menciptakan plastik ramah lingkungan. Contohnya, bioplastik yang terbuat dari jagung atau tebu. Bioplastik lebih mudah terurai di alam.
Selain itu, proses daur ulang plastik terus dikembangkan. Teknologi kimia membantu memecah plastik bekas menjadi bahan baku baru.
Kesimpulan
Penemuan plastik membawa kemudahan besar bagi manusia. Tapi dampaknya terhadap lingkungan tidak bisa diabaikan. Dengan bantuan kimia, kita bisa mencari solusi agar plastik tetap bermanfaat tanpa merusak alam. Masa depan tergantung pada bagaimana kita mengelola dan mengembangkan bahan ini secara bijak.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga