Reaksi Kimia Saat Membuat Sabun Handmade
Membuat sabun handmade bukan sekadar mencampur bahan, tetapi ada proses kimia penting di baliknya. Reaksi utama yang terjadi disebut saponifikasi.
Apa Itu Saponifikasi?
Saponifikasi adalah reaksi antara lemak atau minyak dengan alkali. Biasanya, alkali yang digunakan adalah natrium hidroksida (NaOH) untuk sabun batang. Jika ingin membuat sabun cair, digunakan kalium hidroksida (KOH).
Proses ini menghasilkan dua zat: sabun dan gliserin. Gliserin membuat sabun lembap dan baik untuk kulit.
Komposisi Minyak dalam Sabun
Minyak atau lemak adalah bahan utama dalam sabun handmade. Setiap jenis minyak punya sifat berbeda. Misalnya:
- Minyak kelapa: menghasilkan busa melimpah.
- Minyak zaitun: sabun menjadi lembut dan melembapkan.
- Minyak jarak: memperkuat busa.
Pemilihan minyak mempengaruhi hasil akhir sabun. Campuran beberapa minyak sering digunakan agar sabun memiliki sifat yang seimbang.
Peran Alkali (Basa)
Natrium hidroksida sangat penting. Tanpa itu, reaksi saponifikasi tidak terjadi. Namun, jumlahnya harus tepat. Jika terlalu banyak, sabun bisa menyebabkan iritasi. Jika terlalu sedikit, sabun tidak akan mengeras.
Itulah mengapa penting menggunakan kalkulator sabun. Alat ini membantu menghitung jumlah alkali yang tepat berdasarkan jenis dan jumlah minyak.
Proses Reaksi dan Waktu
Saat alkali dicampur dengan minyak, reaksi mulai terjadi. Campuran akan mengental dalam beberapa menit. Ini disebut “trace”. Saat mencapai tahap ini, pewarna atau aroma bisa ditambahkan.
Sabun lalu dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan. Setelah 24–48 jam, sabun bisa dikeluarkan. Tapi sabun belum siap dipakai. Ia harus melalui proses curing selama 4–6 minggu. Ini membuat sabun lebih keras dan tahan lama.
Kesimpulan
Membuat sabun handmade adalah perpaduan seni dan ilmu kimia. Reaksi kimia yang tepat sangat penting. Memahami saponifikasi, peran minyak, dan jumlah alkali akan membantu menciptakan sabun yang aman dan berkualitas.
Dengan pengetahuan dasar kimia ini, siapa pun bisa mulai membuat sabun sendiri di rumah. Selain ramah kulit, sabun handmade juga ramah lingkungan.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga