Sejarah Singkat Tabel Periodik
Tabel periodik adalah salah satu ikon penting dalam dunia kimia. Susunan ini menyajikan unsur-unsur kimia secara teratur berdasarkan sifat-sifatnya. Namun, butuh waktu panjang dan banyak penemuan sebelum tabel ini terbentuk seperti sekarang.
Awal Pencarian Pola Unsur
Pada awal abad ke-19, ilmuwan mulai menyadari bahwa beberapa unsur memiliki sifat mirip. John Dalton memperkenalkan teori atom dan daftar unsur awal. Kemudian, Johann Döbereiner mengelompokkan unsur dalam “triad”, yaitu kelompok tiga unsur dengan sifat serupa.
Namun, upaya awal ini masih terbatas. Banyak unsur belum ditemukan, dan sifat kimia belum sepenuhnya dipahami.
Mendeleev dan Terobosan Besar
Tahun 1869, ahli kimia Rusia, Dmitri Mendeleev, membuat terobosan penting. Ia menyusun unsur berdasarkan massa atom relatif dan sifat kimianya. Yang luar biasa, Mendeleev meninggalkan ruang kosong untuk unsur yang belum ditemukan. Ia bahkan memprediksi sifat unsur tersebut — dan prediksinya terbukti akurat.
Mendeleev menunjukkan bahwa unsur mengikuti pola periodik. Unsur-unsur dengan sifat serupa muncul secara berkala jika disusun berdasarkan massa atom.
Perkembangan Modern
Setelah penemuan proton dan elektron, ilmuwan menyadari bahwa susunan tabel lebih tepat jika berdasarkan nomor atom, bukan massa. Henry Moseley, pada 1913, membuktikan hal ini lewat eksperimen sinar-X.
Dengan urutan berdasarkan nomor atom, pola periodik menjadi lebih jelas dan akurat. Unsur-unsur langka, gas mulia, serta deret lantanida dan aktinida kemudian ditambahkan.
Tabel Periodik Hari Ini
Tabel periodik modern berisi lebih dari 100 unsur. Unsur-unsur disusun dalam baris (periode) dan kolom (golongan). Unsur dalam satu golongan memiliki sifat kimia yang mirip.
Tabel ini terus berkembang. Unsur baru masih ditemukan di laboratorium, terutama unsur superberat yang bersifat tidak stabil.
Kesimpulan
Tabel periodik bukan hanya daftar unsur, tapi juga cerminan keteraturan alam. Dari Mendeleev hingga ilmuwan modern, perkembangan tabel ini adalah hasil kolaborasi ilmu dan ketekunan. Kini, tabel periodik menjadi alat penting untuk memahami sifat materi dan reaksi kimia di seluruh dunia.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga