Bagaimana Astronot Beradaptasi di Luar Angkasa?
Perjalanan ke luar angkasa adalah pengalaman ekstrem bagi tubuh manusia. Tanpa gravitasi bumi, tubuh menghadapi berbagai perubahan fisik dan mental. Untuk itu, astronot harus beradaptasi agar tetap sehat dan dapat bekerja dengan baik selama di luar angkasa.
Perubahan dalam Tubuh
Tanpa gravitasi, tubuh tidak lagi “ditarik” ke bawah. Akibatnya, cairan tubuh berpindah ke bagian atas, menyebabkan wajah tampak bengkak dan mata terasa penuh. Otot dan tulang pun melemah karena tidak harus menopang berat tubuh. Dalam beberapa minggu, massa otot dan kepadatan tulang bisa berkurang drastis.
Latihan Fisik Rutin
Untuk melawan efek pelemahan otot dan tulang, astronot wajib berolahraga setiap hari. Di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mereka menggunakan alat khusus seperti treadmill, sepeda statis, dan alat beban berbasis resistensi. Latihan ini menjaga kekuatan fisik dan kesehatan jantung.
Adaptasi Sistem Vestibular
Tanpa gravitasi, sistem keseimbangan di telinga bagian dalam menjadi bingung. Astronot sering merasa pusing dan mual di awal keberangkatan. Kondisi ini dikenal sebagai “space motion sickness.” Biasanya, tubuh beradaptasi dalam beberapa hari, dan sensasi tidak nyaman akan hilang.
Asupan Makanan dan Cairan
Di luar angkasa, makanan dan minuman harus disesuaikan. Makanan dikemas secara khusus agar tidak berhamburan. Astronot membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjaga kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan. Minum air juga berbeda—cairan disedot dari kantong khusus agar tidak melayang.
Adaptasi Psikologis
Kehidupan di ruang terbatas dan jauh dari bumi dapat memicu stres, rasa bosan, atau kesepian. Untuk itu, dukungan psikologis sangat penting. Astronot menjalani pelatihan mental sebelum terbang, dan selama misi, mereka rutin berkomunikasi dengan keluarga serta tim pendukung psikologi di bumi.
Kembali ke Bumi
Setelah misi selesai, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi kembali dengan gravitasi bumi. Astronot sering merasa lemas, pusing, dan kehilangan keseimbangan. Proses pemulihan ini bisa memakan waktu beberapa minggu hingga tubuh kembali normal.
Kesimpulan
Berada di luar angkasa menuntut astronot agar beradaptasi baik secara fisik dan mental. Dengan latihan, nutrisi tepat, dan dukungan psikologis, astronot bisa bertahan dan bekerja efektif di lingkungan mikrogravitasi. Adaptasi ini adalah kunci keberhasilan misi luar angkasa jangka panjang.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga