Kimia Air: Mengukur Kualitas dan Keamanannya
Air adalah sumber kehidupan. Namun, tidak semua air layak dikonsumsi. Kualitas air ditentukan oleh kandungan kimia di dalamnya. Ilmu kimia berperan penting dalam menguji dan menjaga keamanan air yang kita gunakan setiap hari.
Parameter Kimia dalam Air
Beberapa zat kimia harus diukur untuk mengetahui kualitas air. Di antaranya adalah pH, kadar oksigen terlarut, nitrat, amonia, dan logam berat. pH menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air. Nilai idealnya berkisar antara 6,5 hingga 8,5. Oksigen terlarut penting bagi kehidupan air seperti ikan. Sementara itu, nitrat dan amonia bisa berbahaya jika kadarnya tinggi.
Zat Berbahaya dalam Air
Air bisa tercemar oleh limbah industri, pertanian, dan rumah tangga. Zat berbahaya seperti arsenik, merkuri, timbal, dan pestisida bisa masuk ke dalam air tanah dan sungai. Paparan jangka panjang terhadap logam berat dapat merusak organ tubuh dan memicu kanker. Pestisida juga dapat mengganggu sistem hormon dan saraf manusia.
Uji Kualitas Air
Kimia analitik digunakan untuk menguji air. Proses ini melibatkan pengambilan sampel, pengujian di laboratorium, dan analisis hasil. Beberapa metode yang digunakan antara lain spektrofotometri, titrasi, dan kromatografi. Teknologi sensor juga memungkinkan pengukuran langsung di lapangan dengan hasil cepat dan akurat.
Air Bersih dan Kesehatan
Air yang aman tidak berwarna, tidak berbau, dan bebas dari kontaminan kimia. Konsumsi air tercemar dapat menyebabkan gangguan pencernaan, penyakit kulit, dan keracunan. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin kualitas air sangat penting, terutama di daerah dengan industri atau pertanian intensif.
Pengolahan Air
Untuk menjamin keamanan air, proses pengolahan diperlukan. Kimia digunakan dalam berbagai tahap, seperti koagulasi, filtrasi, dan desinfeksi. Bahan kimia seperti kaporit, tawas, dan karbon aktif sering digunakan untuk membersihkan air dari kotoran dan mikroorganisme.
Kesimpulan
Kimia memainkan peran penting dalam memastikan air yang kita konsumsi aman dan bersih. Dengan pengujian dan pengolahan yang tepat, kita dapat mengurangi risiko kesehatan akibat air tercemar. Menjaga kualitas air berarti menjaga kualitas hidup manusia dan lingkungan.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga