Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kimia

Kimia dalam Dunia Forensik

By admin Website
May 19, 2025 2 Min Read
Comments Off on Kimia dalam Dunia Forensik

Kimia forensik adalah cabang ilmu kimia yang digunakan untuk menyelidiki tindak kejahatan. Dengan bantuan analisis kimia, petunjuk kecil seperti noda darah, serat pakaian, atau sisa obat bisa menjadi bukti penting di pengadilan.

Analisis Bahan Bukti

Di tempat kejadian perkara, penyidik sering menemukan jejak kecil seperti cairan tubuh, serbuk, atau bekas luka bakar. Kimia digunakan untuk:

  • Mengidentifikasi zat asing, seperti narkoba atau racun.
  • Menganalisis darah, air liur, dan urin menggunakan reaksi kimia khusus.
  • Menentukan jenis dan kandungan bahan kimia pada serat, cat, atau logam.

Teknik analisis ini membantu menghubungkan tersangka dengan lokasi atau korban.

Teknik Kimia yang Digunakan

Beberapa metode kimia forensik yang umum antara lain:

  • Spektrometri massa: Mengidentifikasi zat berdasarkan berat molekulnya.
  • Kromatografi gas atau cair: Memisahkan campuran untuk analisis detail.
  • Reaksi warna: Menggunakan bahan kimia yang berubah warna saat bereaksi dengan zat tertentu (misalnya, uji narkoba cepat).
  • Fluoresensi dan sinar UV: Untuk mendeteksi noda atau cairan tubuh tersembunyi.

Metode ini memungkinkan analisis meski sampel sangat kecil atau tercampur.

Analisis DNA dan Kimia

Meskipun DNA sering dikaitkan dengan biologi, proses ekstraksi dan pengujian DNA melibatkan teknik kimia. Bahan kimia digunakan untuk memecah sel, memisahkan DNA, dan memperbanyaknya agar bisa dianalisis lebih lanjut.

DNA menjadi bukti kuat karena bisa mengidentifikasi individu secara unik.

Deteksi Racun dan Obat

Kimia juga digunakan untuk mendeteksi racun dalam kasus pembunuhan atau overdosis. Uji toksikologi dilakukan pada darah, organ, atau makanan untuk mencari zat berbahaya seperti sianida, arsenik, atau morfin.

Metode ini membantu menentukan penyebab kematian atau memperjelas kronologi kejadian.

Kesimpulan

Kimia dalam dunia forensik adalah alat penting untuk mengungkap kebenaran. Dengan teknik analisis yang akurat, ilmuwan forensik bisa mengubah jejak tak kasat mata menjadi bukti nyata. Kimia forensik membuktikan bahwa sains dapat membantu menegakkan keadilan.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

ForensikKimia
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Kimia Ramah Lingkungan dalam Dunia Industri

Next

Perbedaan Antara Kimia Organik dan Anorganik

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme