Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Lifestyle

Kimia dalam Filter Penjernih Air

By admin Website
May 19, 2025 2 Min Read
Comments Off on Kimia dalam Filter Penjernih Air

Penyaringan air adalah proses penting untuk menghasilkan air bersih yang aman dikonsumsi. Kimia berperan besar dalam filter penjernih air, mulai dari penghilangan partikel kotoran hingga menghilangkan zat berbahaya dalam air.

Proses Koagulasi dan Flokulasi

Koagulasi dan flokulasi adalah tahap awal dalam proses penyaringan air. Pada tahap koagulasi, bahan kimia seperti alumunium sulfat (alum) ditambahkan ke air untuk mengikat partikel kecil yang terlarut. Partikel-partikel ini kemudian membentuk gumpalan (floks) dalam proses flokulasi, yang mempermudah pengendapan partikel tersebut. Dengan cara ini, kotoran yang terkandung dalam air dapat dihilangkan.

Penggunaan Karbon Aktif

Karbon aktif adalah bahan kimia yang sangat efektif untuk menyerap berbagai zat berbahaya dalam air, seperti klorin, pestisida, dan senyawa organik lainnya. Karbon aktif digunakan dalam filter untuk menghilangkan bau, rasa tidak sedap, dan kontaminan kimia yang terlarut. Proses adsorpsi ini memungkinkan karbon aktif untuk menyaring zat-zat tersebut dari air.

Penambahan Zat Penjernih

Selain alum, beberapa bahan kimia lainnya juga digunakan untuk penjernihan air, seperti ferrik klorida atau natrium polialuminium klorida. Zat-zat ini bekerja dengan cara yang mirip dengan alum, yaitu mengikat partikel kotoran yang terkandung dalam air sehingga dapat mengendap dan dibuang.

Penggunaan Resin Penukar Ion

Resin penukar ion digunakan untuk menghilangkan mineral seperti kalsium dan magnesium yang menyebabkan air keras. Dengan proses penukaran ion, resin ini menggantikan ion-ion yang tidak diinginkan dengan ion-ion yang lebih aman, seperti natrium. Hasilnya, air menjadi lebih lembut dan tidak merusak peralatan rumah tangga.

Desinfeksi dengan Klorin dan Ozon

Desinfeksi adalah proses penting untuk membunuh mikroorganisme berbahaya dalam air. Klorin sering digunakan sebagai bahan desinfektan yang efektif untuk membunuh bakteri dan virus. Selain itu, ozon juga digunakan dalam beberapa sistem penyaringan untuk desinfeksi karena sifatnya yang sangat kuat dalam membunuh patogen.

Penyaringan dengan Membran

Sistem penyaringan dengan membran, seperti reverse osmosis (RO), menggunakan teknologi fisik yang dibantu oleh bahan kimia untuk menghilangkan kontaminan seperti garam, logam berat, dan bahan kimia organik. Proses ini sangat efektif dalam menghasilkan air murni dengan kualitas tinggi.

Penambahan Bahan Kimia untuk pH

Air yang sangat asam atau basa tidak ideal untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, bahan kimia seperti natrium hidroksida (NaOH) atau asam sulfat (H₂SO₄) digunakan untuk menyeimbangkan pH air, menjadikannya aman dan nyaman untuk diminum. Penyesuaian pH ini juga penting untuk mencegah korosi pada pipa-pipa distribusi air.

Kesimpulan

Kimia memegang peran kunci dalam filter penjernih air. Melalui proses koagulasi, flokulasi, adsorpsi, dan desinfeksi, bahan kimia membantu menghilangkan berbagai kontaminan dari air. Dengan teknologi kimia yang tepat, air dapat dijernihkan dan diubah menjadi air yang layak untuk dikonsumsi, memastikan kesehatan dan keselamatan manusia.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

AirFilter
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Kimia di Balik Efek Hujan Asam

Next

Bagaimana Kimia Mendeteksi Zat Beracun di Air?

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme