Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kimia

Kimia Tanah: Menjaga Nutrisi dan Kelestarian Lingkungan

By admin Website
May 19, 2025 2 Min Read
Comments Off on Kimia Tanah: Menjaga Nutrisi dan Kelestarian Lingkungan

Tanah bukan hanya tempat tumbuhnya tanaman, tetapi juga sistem kimia yang kompleks. Kimia tanah memegang peran penting dalam menjaga kesuburan, mendukung pertanian, dan kelestarian lingkungan.

Unsur Hara dalam Tanah

Tanah mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. Unsur-unsur ini dibagi menjadi dua kelompok:

  • Makronutrien: Nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan sulfur (S).
  • Mikronutrien: Besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), seng (Zn), boron (B), dan molibdenum (Mo).

Kimia tanah mempelajari bagaimana unsur-unsur ini tersedia dalam bentuk yang bisa diserap akar tanaman. pH tanah, kandungan air, dan keberadaan bahan organik sangat memengaruhi ketersediaan nutrisi ini.

Peran pH Tanah

pH tanah menentukan tingkat keasaman atau kebasaan tanah. Nilainya memengaruhi aktivitas mikroorganisme dan pelarutan unsur hara.

  • pH terlalu rendah (asam) bisa menghambat penyerapan fosfor dan menyebabkan keracunan aluminium.
  • pH terlalu tinggi (basa) bisa mengikat mikronutrien dan membuatnya tidak tersedia bagi tanaman.

Pengapuran (penambahan kapur) adalah teknik kimia yang digunakan untuk menaikkan pH tanah agar tetap seimbang.

Proses Kimia dalam Kesuburan

Beberapa proses kimia penting dalam tanah antara lain:

  • Pertukaran kation: Proses di mana partikel tanah menyimpan dan melepas ion bermuatan positif, seperti K⁺ atau Ca²⁺.
  • Mineralisasi: Penguraian bahan organik menjadi bentuk nutrisi yang bisa diserap tanaman.
  • Fiksasi nitrogen: Proses alami atau buatan untuk mengubah nitrogen di udara menjadi bentuk yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman.

Proses-proses ini menjaga tanah tetap subur dan produktif.

Ancaman terhadap Keseimbangan Kimia Tanah

Penggunaan pupuk kimia berlebihan bisa mengganggu keseimbangan tanah. Begitu pula pestisida dan limbah industri yang mencemari tanah dan merusak mikroorganisme penting.

Kimia tanah juga memantau kadar logam berat dan zat berbahaya lain agar tidak merusak ekosistem.

Kesimpulan

Kimia tanah adalah fondasi dalam menjaga kelestarian dan menjadikan pertanian berkelanjutan. Dengan memahami proses kimianya, kita bisa menjaga kesuburan tanah sekaligus melindungi kelestarian lingkungan. Tanah yang sehat berarti masa depan pangan yang aman bagi semua.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

KimiaTanah
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Kimia Air: Mengukur Kualitas dan Keamanannya

Next

Kimia dalam Mendeteksi Polutan Udara

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme