Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Environment

Peran Kimia dalam Inovasi Energi Terbarukan

By admin Website
May 19, 2025 2 Min Read
Comments Off on Peran Kimia dalam Inovasi Energi Terbarukan

Energi terbarukan menjadi kunci dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengatasi perubahan iklim. Di balik teknologi energi bersih ini, ilmu kimia memainkan peran penting dalam mengubah, menyimpan, dan mengalirkan energi dengan cara yang efisien dan ramah lingkungan.

Sel Surya dan Reaksi Kimia

Panel surya mengubah cahaya matahari menjadi listrik menggunakan sel fotovoltaik. Di dalam sel ini, material semikonduktor seperti silikon menyerap energi cahaya, lalu melepaskan elektron. Elektron ini bergerak melalui sirkuit dan menghasilkan arus listrik. Kimia berperan dalam pemurnian silikon, penciptaan lapisan konduktor, dan peningkatan efisiensi material.

Baterai dan Penyimpanan Energi

Energi dari sumber terbarukan tidak selalu tersedia sepanjang waktu, sehingga perlu disimpan. Di sinilah baterai berperan. Baterai lithium-ion, misalnya, menyimpan energi melalui reaksi kimia antara elektroda dan elektrolit. Kimia digunakan untuk mengembangkan bahan elektroda yang lebih tahan lama, cepat mengisi ulang, dan aman digunakan.

Hidrogen: Bahan Bakar Bersih

Hidrogen adalah salah satu bentuk energi masa depan. Gas ini bisa dibakar untuk menghasilkan energi tanpa emisi karbon, hanya menghasilkan air sebagai produk samping. Kimia digunakan untuk memproduksi hidrogen dari air melalui proses elektrolisis, yang memisahkan molekul air (H₂O) menjadi hidrogen (H₂) dan oksigen (O₂) menggunakan listrik.

Sel Bahan Bakar (Fuel Cell)

Fuel cell mengubah hidrogen menjadi listrik melalui reaksi kimia dengan oksigen. Proses ini terjadi tanpa pembakaran, sehingga tidak menghasilkan polusi. Kimia sangat penting dalam merancang katalis yang mempercepat reaksi dalam fuel cell, serta dalam memilih membran pemisah yang tahan terhadap korosi dan suhu tinggi.

Bioenergi dan Proses Biokimia

Bioenergi berasal dari bahan organik seperti limbah pertanian atau kayu. Dalam sistem ini, mikroorganisme atau enzim digunakan untuk memecah bahan organik menjadi bioetanol, biogas, atau biodiesel. Kimia membantu memahami dan mengoptimalkan proses fermentasi, konversi termal, dan reaksi kimia lainnya dalam produksi bahan bakar hayati.

Material Baru dan Efisiensi Energi

Ilmuwan kimia juga merancang material baru seperti perovskit untuk panel surya generasi baru yang lebih efisien dan murah. Selain itu, kimia membantu mengembangkan bahan isolator termal, pelapis anti-reflektif, dan teknologi konversi energi panas-ke-listrik.

Kesimpulan

Kimia adalah fondasi dari sistem energi terbarukan modern. Dari pembuatan panel surya hingga penyimpanan energi dalam baterai dan produksi hidrogen bersih, setiap langkah bergantung pada proses kimia yang dirancang dengan presisi. Dengan terus mengembangkan teknologi kimia, masa depan energi bersih menjadi semakin mungkin tercapai.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

EnergiLingkungan
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Bagaimana Kimia Digunakan dalam Kedokteran Gigi?

Next

Peran Kimia dan Teknologi di Dunia Antariksa

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme