Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kimia

Logam dan Reaktivitasnya: Mengapa Besi Berkarat dan Emas Tidak?

By admin Website
February 24, 2025 2 Min Read
Comments Off on Logam dan Reaktivitasnya: Mengapa Besi Berkarat dan Emas Tidak?

Logam adalah salah satu bahan paling penting dalam kehidupan sehari-hari, digunakan dalam konstruksi, transportasi, dan bahkan perhiasan. Namun, tidak semua logam bersifat sama. Mengapa besi mudah berkarat, sementara emas tetap mengilap sepanjang waktu? Jawabannya terletak pada sifat reaktivitas kimia masing-masing logam.

1. Reaktivitas Logam: Apa Itu dan Mengapa Penting?

Setiap logam memiliki kecenderungan yang berbeda dalam bereaksi dengan zat lain, seperti oksigen dan air. Reaktivitas logam bergantung pada kemampuan atomnya untuk melepaskan elektron, yang dikenal sebagai potensial reduksi dalam elektrokimia.

  • Logam yang sangat reaktif, seperti natrium dan kalium, dapat bereaksi hebat dengan air dan udara, bahkan hingga menyebabkan ledakan.
  • Logam yang cukup reaktif, seperti besi, akan bereaksi lebih lambat, tetapi tetap mengalami korosi atau karat.
  • Logam yang tidak reaktif, seperti emas dan platina, hampir tidak mengalami reaksi dengan lingkungan, sehingga tidak mudah rusak.

2. Mengapa Besi Berkarat?

Besi (Fe) mudah berkarat karena sifatnya yang cukup reaktif terhadap oksigen (O₂) dan air (H₂O). Proses karat disebut sebagai korosi, yang merupakan reaksi redoks antara besi, oksigen, dan air.

Proses Terbentuknya Karat

  1. Ketika besi terkena udara lembap, molekul air membantu menghilangkan elektron dari besi, mengubahnya menjadi ion besi (Fe²⁺).
  2. Ion besi ini bereaksi dengan oksigen dalam udara, menghasilkan ion besi(III) oksida (Fe₂O₃) yang dikenal sebagai karat.
  3. Karat bersifat rapuh dan berpori, sehingga tidak melindungi besi di bawahnya. Akibatnya, korosi terus berlanjut hingga akhirnya besi hancur.

Faktor yang Mempercepat Karat:

  • Kelembapan tinggi mempercepat reaksi.
  • Keberadaan garam, seperti di daerah pesisir, membuat besi lebih cepat berkarat karena ion-ion dalam garam mempercepat proses elektrokimia.
  • Paparan asam (seperti hujan asam) juga mempercepat karat.

3. Mengapa Emas Tidak Berkarat?

Berbeda dengan besi, emas (Au) termasuk dalam kategori logam mulia, yang berarti sangat tidak reaktif. Ini karena emas memiliki elektron terluar yang sangat stabil, sehingga tidak mudah bereaksi dengan oksigen, air, atau zat lain di lingkungan.

  • Emas memiliki potensial reduksi tinggi, artinya ia tidak mudah kehilangan elektron.
  • Tidak seperti besi, emas tidak membentuk oksida yang dapat mengikis permukaannya.
  • Karena ketahanannya terhadap korosi, emas sering digunakan dalam perhiasan dan komponen elektronik, yang membutuhkan keandalan tinggi.

Selain emas, logam lain seperti platina dan perak juga memiliki ketahanan korosi yang baik, meskipun perak bisa teroksidasi membentuk lapisan gelap akibat reaksi dengan sulfur di udara.

4. Cara Mencegah Besi Berkarat

Meskipun besi mudah berkarat, ada berbagai cara untuk melindunginya:

  • Pelapisan dengan cat atau minyak untuk mencegah kontak dengan air dan oksigen.
  • Galvanisasi, yaitu melapisi besi dengan seng (Zn), yang lebih mudah teroksidasi daripada besi sehingga berfungsi sebagai pelindung.
  • Penggunaan stainless steel, yang mengandung kromium (Cr), membentuk lapisan pelindung oksida yang mencegah karat.
  • Metode katodik, yaitu memberikan arus listrik untuk menghambat oksidasi pada besi.

Kesimpulan

Reaktivitas logam menentukan seberapa mudah suatu logam mengalami korosi. Besi berkarat karena reaktif terhadap oksigen dan air, sementara emas tetap mengilap karena sangat stabil dan tidak mudah bereaksi. Dengan memahami sifat logam, kita dapat melindungi benda-benda berbahan besi dari korosi dan memanfaatkan keunggulan logam mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Tags:

KerenKimiaSains
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Baterai dan Sel Elektrokimia: Cara Kerja dan Masa Depan Energi

Next

Kimia Polimer: Dari Plastik hingga Biomaterial Masa Depan

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme