Masa Depan Data Science: Data Scientist Akan Digantikan AI?
Data science telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan akan terus berkembang di masa depan. Banyak yang bertanya, apakah profesi data scientist akan digantikan oleh kecerdasan buatan (AI)? Untuk memahami ini, kita perlu melihat peran data scientist dan bagaimana AI memengaruhi bidang ini.
Peran Data Scientist Saat Ini
Data scientist berperan penting dalam menganalisis dan menginterpretasi data. Mereka mengumpulkan data, membersihkannya, dan membuat model untuk menemukan pola yang bermanfaat. Keahlian ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang statistik, algoritma, dan domain spesifik.
Mereka juga berinteraksi langsung dengan pemangku kepentingan untuk memastikan solusi yang dikembangkan sesuai dengan tujuan bisnis. Tugas ini memerlukan kreativitas dan pemikiran kritis—dua hal yang masih sulit dicapai oleh AI.
Peran AI dalam Data Science
AI kini semakin digunakan untuk mempercepat pekerjaan data scientist. Algoritma pembelajaran mesin memungkinkan AI untuk menganalisis data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat. AI dapat mengidentifikasi pola, memberikan prediksi, dan bahkan merekomendasikan keputusan berdasarkan data.
Namun, AI masih membutuhkan bimbingan manusia dalam hal interpretasi hasil dan penerapannya dalam konteks dunia nyata. AI hanya berfungsi sebagai alat, bukan pengganti total bagi keahlian manusia.
Apakah AI Akan Menggantikan Data Scientist?
Meskipun AI dapat mengotomatiskan banyak tugas yang biasanya dilakukan oleh data scientist, tidak serta-merta profesi ini akan hilang. Data science adalah bidang yang sangat bergantung pada pemahaman kontekstual dan kreativitas, yang sulit ditiru oleh mesin.
AI dapat menangani tugas rutin dan repetitif, tetapi data scientist masih dibutuhkan untuk merancang strategi analitik, memilih model yang tepat, dan membuat keputusan berbasis data yang lebih kompleks. Mereka juga penting dalam menyampaikan temuan kepada tim yang lebih luas dalam cara yang mudah dimengerti.
Kesimpulan
AI memang akan mengubah cara kerja data scientist, namun bukan untuk menggantikannya. Sebaliknya, AI akan menjadi alat yang memperkuat kemampuan mereka. Data science yang dapat memanfaatkan AI dengan bijak akan tetap relevan di masa depan.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga