Fakta Unik tentang Drone yang Bisa Terbang di Luar Angkasa
Drone biasanya digunakan di Bumi untuk berbagai keperluan, seperti fotografi, pemetaan, dan pengiriman barang. Namun, apakah drone bisa terbang di luar angkasa? Berikut beberapa fakta unik tentang drone luar angkasa.
Tidak Memerlukan Udara untuk Terbang
Di Bumi, drone menggunakan baling-baling untuk menghasilkan daya angkat dengan mendorong udara ke bawah. Namun, di luar angkasa, tidak ada udara. Oleh karena itu, drone luar angkasa tidak bisa menggunakan baling-baling. Sebagai gantinya, mereka menggunakan pendorong berbasis gas atau ion untuk bergerak.
NASA Sudah Mengembangkan Drone Luar Angkasa
NASA telah menciptakan drone khusus untuk eksplorasi luar angkasa, seperti Ingenuity, yang dikirim ke Mars bersama rover Perseverance. Drone ini dirancang untuk terbang dalam atmosfer tipis Mars dengan baling-baling yang berputar jauh lebih cepat dibandingkan drone di Bumi.
Dapat Digunakan untuk Eksplorasi Planet
Drone luar angkasa sangat berguna untuk menjelajahi permukaan planet atau bulan yang sulit dijangkau oleh rover. Mereka bisa terbang ke tempat yang lebih curam atau berbatu tanpa risiko terjebak. Selain itu, drone bisa mengumpulkan data dari berbagai sudut yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan darat.
Tidak Bisa Dikendalikan Secara Langsung
Karena jarak yang sangat jauh, drone luar angkasa tidak bisa dikendalikan langsung oleh manusia dengan joystick seperti drone di Bumi. Sebagai gantinya, mereka menggunakan sistem navigasi otomatis yang memungkinkan mereka bergerak sendiri berdasarkan program yang telah dipasang sebelumnya.
Memiliki Sistem Daya Khusus
Di Bumi, drone biasanya menggunakan baterai atau bahan bakar. Di luar angkasa, drone menggunakan panel surya untuk mendapatkan energi dari matahari. Sistem ini memungkinkan mereka tetap beroperasi dalam jangka waktu yang lama tanpa harus mengisi ulang daya seperti drone konvensional.
Masa Depan Drone di Luar Angkasa
Para ilmuwan terus mengembangkan teknologi drone luar angkasa. Di masa depan, drone mungkin akan digunakan untuk menjelajahi bulan Saturnus dan Jupiter yang memiliki atmosfer tebal. Salah satu proyek ambisius adalah drone Dragonfly, yang dirancang untuk terbang di Titan, bulan Saturnus.
Kesimpulan
Drone luar angkasa memiliki teknologi yang berbeda dengan drone di Bumi. Dengan menggunakan pendorong khusus, sistem navigasi otomatis, dan sumber daya matahari, drone ini memungkinkan eksplorasi luar angkasa menjadi lebih efisien. Teknologi ini terus berkembang dan akan memainkan peran besar dalam penjelajahan antariksa di masa depan.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga