Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Teknologi

Teknologi Bisa Membantu Orang Lumpuh Berjalan Lagi

By admin Website
March 27, 2025 2 Min Read
Comments Off on Teknologi Bisa Membantu Orang Lumpuh Berjalan Lagi

Kemajuan teknologi telah membuka kemungkinan baru dalam bidang medis, terutama dalam membantu orang lumpuh untuk berjalan lagi. Berbagai inovasi, seperti perangkat bionik dan stimulasi saraf, memberikan harapan bagi mereka yang kehilangan kemampuan untuk bergerak. Bagaimana teknologi ini bekerja, dan sejauh mana kita dapat mengharapkan perubahan besar di masa depan?

Ekoskeleton: Solusi Bionik untuk Membantu Berjalan

Salah satu terobosan terbesar adalah pengembangan ekoskeleton, perangkat bionik yang dikenakan di tubuh. Ekoskeleton terdiri dari rangka logam ringan dengan motor penggerak yang memungkinkan pengguna untuk berdiri dan berjalan. Dengan bantuan sinyal otak atau perintah dari joystick, ekoskeleton ini menggerakkan anggota tubuh pengguna, memberikan kembali kemampuan berjalan.

Teknologi ini telah diuji pada beberapa pasien lumpuh dan memberikan hasil yang mengesankan. Meskipun ekoskeleton masih terbatas pada penggunaan di rumah sakit atau fasilitas medis, perkembangannya menunjukkan bahwa suatu hari nanti orang lumpuh bisa berjalan dengan bantuan perangkat ini di kehidupan sehari-hari.

Stimulasi Saraf: Mengaktifkan Kembali Fungsi Otak dan Saraf

Selain perangkat bionik, stimulasi saraf juga menjadi teknologi yang menjanjikan untuk membantu orang lumpuh. Dengan menggunakan impuls listrik, teknologi ini merangsang saraf tulang belakang yang rusak untuk mengirimkan sinyal ke otot. Penelitian menunjukkan bahwa stimulasi saraf dapat mengaktifkan kembali jalur saraf yang terluka, memungkinkan pasien untuk melakukan gerakan tubuh, seperti berjalan atau menggenggam benda.

Beberapa percobaan bahkan menunjukkan bahwa setelah serangkaian terapi, pasien yang sebelumnya lumpuh bisa bergerak lebih baik. Ini menunjukkan bahwa, meskipun saraf telah rusak, mereka masih memiliki kemampuan untuk dipulihkan dengan cara yang tepat.

Proses Pemulihan Melalui Terapi Genetik dan Sel Punca

Salah satu area penelitian yang sangat menjanjikan adalah terapi genetik dan penggunaan sel punca. Terapinya bertujuan untuk memperbaiki atau menggantikan sel saraf yang rusak dengan sel yang baru atau diprogram. Sel punca, yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh, dapat digunakan untuk menggantikan sel saraf yang hilang atau rusak.

Dengan memodifikasi gen atau menggunakan terapi sel punca, ilmuwan berharap dapat merangsang pertumbuhan saraf baru di area yang rusak, memulihkan fungsi motorik, dan akhirnya mengembalikan kemampuan berjalan.

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Meskipun teknologi ini menjanjikan, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Ekoskeleton dan stimulasi saraf, misalnya, masih memerlukan perawatan dan pengawasan medis yang intensif. Selain itu, teknologi ini belum sepenuhnya dapat diakses oleh banyak orang karena biayanya yang tinggi.

Namun, dengan terus berkembangnya penelitian, biaya teknologi ini diharapkan akan turun, dan aksesibilitasnya akan semakin luas. Terapi genetik dan sel punca juga menunjukkan potensi besar untuk pemulihan jangka panjang, meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Kesimpulan

Teknologi dapat membantu bagi orang lumpuh untuk berjalan lagi, berkat kemajuan seperti ekoskeleton, stimulasi saraf, dan terapi sel punca. Meskipun masih ada banyak tantangan, inovasi-inovasi ini membawa harapan baru bagi jutaan orang yang sebelumnya kehilangan kemampuan untuk bergerak. Di masa depan, kita mungkin akan melihat lebih banyak kemajuan yang memungkinkan orang dengan kelumpuhan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan aktif.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

Kerenteknologi
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Kenapa Pesawat Bisa Terbang Melawan Gravitasi?

Next

Kenapa Manusia Tidak Bisa Menggunakan 100% Otak?

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme