Kenapa Manusia Butuh Tidur?
Tidur adalah bagian penting dari hidup manusia. Tanpa tidur yang cukup, tubuh dan otak kita tidak bisa bekerja dengan baik. Tapi, kenapa sebenarnya manusia butuh tidur?
Mengisi Ulang Energi Tubuh
Selama kita tidur, tubuh memulihkan diri. Sel-sel tubuh yang rusak mulai diperbaiki. Hormon pertumbuhan juga aktif saat tidur. Ini penting untuk anak-anak dan juga orang dewasa. Setelah tidur yang cukup, tubuh terasa segar dan siap beraktivitas lagi.
Menenangkan dan Menyusun Ulang Otak
Otak tidak benar-benar berhenti saat tidur. Justru, otak bekerja menyusun ulang ingatan dan informasi yang kita dapat sepanjang hari. Tidur membantu kita berpikir lebih jernih, mengingat lebih baik, dan belajar lebih cepat.
Menjaga Emosi Tetap Stabil
Tidur juga berperan besar dalam menjaga suasana hati. Jika kurang tidur, seseorang bisa lebih mudah marah, cemas, atau sedih. Tidur yang cukup membantu otak mengatur emosi dengan lebih baik. Ini penting untuk hubungan sosial dan mental kita.
Meningkatkan Sistem Imun
Saat tidur, sistem imun bekerja lebih aktif. Tubuh lebih siap melawan virus dan bakteri. Itulah sebabnya orang yang kurang tidur lebih mudah jatuh sakit. Tidur cukup membuat tubuh lebih kuat.
Apa yang Terjadi Jika Kurang Tidur?
Kurang tidur bisa menyebabkan banyak masalah. Mulai dari sulit fokus, mudah lupa, hingga gangguan kesehatan serius. Risiko penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas juga meningkat.
Berapa Lama Tidur yang Ideal?
Kebutuhan tidur berbeda-beda, tergantung usia. Anak-anak butuh lebih banyak tidur, sekitar 9–12 jam. Remaja sekitar 8–10 jam, dan orang dewasa butuh 7–9 jam per malam. Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk semua kelompok usia.
Kesimpulan
Manusia butuh jam tidur yang cukup. Tidur adalah proses penting untuk menjaga tubuh dan otak tetap sehat. Dengan tidur cukup, kita bisa berpikir lebih baik, merasa lebih tenang, dan tetap sehat. Jadi, jangan anggap remeh tidur. Jadikan tidur sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga