Bagaimana Air Bisa Mendidih di Ruang Angkasa?
Air biasanya mendidih pada suhu 100°C di permukaan Bumi, tetapi di ruang angkasa, fenomena ini bisa terjadi pada suhu yang jauh lebih rendah. Kenapa demikian? Jawabannya terletak pada tekanan udara dan kondisi ekstrem di luar angkasa. Di luar angkasa, kondisi lingkungan berbeda secara signifikan dengan yang ada di Bumi.
Tekanan di Ruang Angkasa
Salah satu alasan utama air bisa mendidih di ruang angkasa adalah karena tekanan sangat rendah. Di luar atmosfer Bumi, tekanan udara hampir tidak ada. Di bawah tekanan yang rendah ini, titik didih air menurun drastis. Artinya, air bisa mendidih pada suhu yang jauh lebih rendah daripada 100°C.
Di Bumi, udara yang ada di sekitar kita memberikan tekanan yang cukup untuk menjaga air tetap cair pada suhu normal. Namun, di ruang angkasa, di mana tidak ada udara untuk memberi tekanan, air bisa langsung berubah menjadi uap meskipun suhunya jauh di bawah titik didih normal.
Suhu di Ruang Angkasa
Di luar angkasa, suhu sangat bervariasi. Bagian ruang angkasa yang terkena sinar matahari bisa sangat panas, sedangkan yang berada dalam bayangan bisa sangat dingin. Suhu bisa turun hingga -270°C. Namun, meskipun suhunya sangat rendah, air yang berada di luar angkasa tidak akan beku jika ada cukup panas. Sebaliknya, air yang tidak terlindungi bisa mendidih karena kekurangan tekanan atmosfer.
Fenomena Evaporasi di Ruang Angkasa
Ketika air dibawa ke ruang angkasa tanpa penutup atau dalam keadaan terbuka, ia akan mengalami proses yang disebut sublimasi. Proses ini terjadi ketika air langsung berubah dari bentuk cair menjadi gas tanpa melewati fase padat terlebih dahulu. Ketika air berada di ruang angkasa, ia akan langsung menguap karena tekanan rendah, bahkan pada suhu yang sangat dingin.
Pengaruh Suhu dan Tekanan Terhadap Air
Perubahan suhu dan tekanan di ruang angkasa sangat ekstrem. Tanpa tekanan atmosfer, air tidak dapat bertahan dalam bentuk cair di ruang angkasa. Proses mendidih atau menguap ini bisa terjadi pada suhu yang lebih rendah daripada yang kita kenal di Bumi. Selain itu, jika air terpapar pada suhu yang sangat rendah, ia dapat membeku dan menguap secara bersamaan.
Kesimpulan
Air bisa mendidih di ruang angkasa karena tekanan yang sangat rendah. Tanpa tekanan atmosfer, titik didih air turun drastis. Ini menyebabkan air langsung menguap meskipun suhunya sangat rendah. Kondisi ekstrem di ruang angkasa menjelaskan mengapa air tidak dapat bertahan lama dalam bentuk cair di luar angkasa.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga