Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Environment

Adaptasi Unik Makhluk Laut Dalam

By admin Website
April 25, 2025 2 Min Read
Comments Off on Adaptasi Unik Makhluk Laut Dalam

Laut dalam adalah dunia gelap, dingin, dan penuh tekanan. Namun, banyak makhluk aneh mampu hidup di laut dalam yang punya cara adaptasi yang luar biasa untuk bertahan. Artikel ini akan mengulas bagaimana makhluk laut dalam bisa hidup di tempat ekstrem itu.

Cahaya dari Tubuh Sendiri

Di laut dalam, cahaya matahari tidak bisa menembus. Untuk itu, banyak makhluk laut menghasilkan cahaya sendiri. Proses ini disebut bioluminesensi. Cahaya ini digunakan untuk menarik mangsa, berkomunikasi, atau menghindari pemangsa.

Contohnya, ikan angler memiliki semacam “lampu” di depan kepala. Cahaya itu dipakai untuk memancing ikan lain mendekat.

Tubuh Lentur dan Tahan Tekanan

Tekanan di laut dalam sangat tinggi. Tekanan ini bisa menghancurkan tubuh makhluk biasa. Namun, makhluk laut dalam memiliki tubuh lunak dan lentur. Tulang dan organ mereka bisa bertahan di tekanan luar biasa.

Beberapa hewan bahkan tidak punya tulang sama sekali. Ini membantu mereka bertahan dalam tekanan tinggi tanpa rusak.

Penglihatan Tajam atau Tanpa Mata

Sebagian makhluk laut dalam punya mata besar. Mata ini bisa menangkap cahaya sangat sedikit. Ini berguna untuk melihat di tempat gelap total. Namun, ada juga yang tidak punya mata sama sekali. Mereka menggunakan sensor lain untuk mendeteksi gerakan dan getaran.

Misalnya, cumi-cumi laut dalam punya mata raksasa, sementara cacing laut hanya bergantung pada sensasi getaran.

Makanan dari Sisa Organik

Di laut dalam, makanan sangat langka. Makhluk-makhluk di sana sering makan sisa-sisa makhluk mati dari atas. Proses ini disebut “rain of marine snow”. Mereka juga bisa memakan sesama makhluk hidup jika perlu.

Beberapa bakteri laut dalam bahkan bisa hidup dari gas beracun seperti metana atau hidrogen sulfida.

Kesimpulan

Makhluk laut dalam menunjukkan betapa luar biasanya kekuatan adaptasi. Dengan cahaya buatan, tubuh lentur, hingga pola makan unik, mereka bisa bertahan di dunia paling ekstrem di bumi. Penelitian tentang mereka membantu kita memahami lebih banyak tentang kehidupan dan kemungkinan bertahan di lingkungan ekstrem lainnya.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

LautSains
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Bagaimana Oksigen Laut Mempengaruhi Ekosistem?

Next

Bagaimana Ikan Laut Menyesuaikan Tekanan Air?

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme