Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kimia

Kimia di Balik Rasa Pedas Cabai

By admin Website
May 9, 2025 2 Min Read
Comments Off on Kimia di Balik Rasa Pedas Cabai

Cabai dikenal karena rasa pedas yang menyengat. Sensasi ini bukan hanya soal rasa, tapi juga reaksi kimia. Zat yang menyebabkan pedas itu disebut capsaicin. Zat inilah yang bekerja di balik sensasi panas saat kita makan cabai.

Apa Itu Capsaicin?

Capsaicin adalah senyawa kimia yang ditemukan dalam cabai. Senyawa ini paling banyak terdapat pada bagian putih di dalam cabai, yaitu di sekitar bijinya. Saat kita menggigit cabai, capsaicin masuk ke mulut dan menempel pada reseptor panas di lidah.

Reseptor ini biasanya mendeteksi suhu tinggi. Tapi saat terpapar capsaicin, otak mengira kita sedang kepanasan. Inilah yang membuat lidah terasa seperti terbakar, padahal sebenarnya tidak ada api.

Bagaimana Tubuh Merespons Capsaicin?

Tubuh langsung bereaksi terhadap capsaicin. Lidah terasa panas, mata bisa berair, dan tubuh berkeringat. Ini adalah respons alami untuk mendinginkan diri. Otak menganggap ada bahaya panas dan mengaktifkan sistem pendingin tubuh.

Selain itu, tubuh juga melepaskan endorfin. Ini adalah zat kimia yang membuat kita merasa lebih nyaman. Karena itu, sebagian orang justru menyukai rasa pedas. Bagi mereka, sensasi pedas terasa menyenangkan.

Skala Scoville: Ukuran Pedas

Tingkat kepedasan cabai diukur dengan Skala Scoville. Skala ini menunjukkan berapa banyak capsaicin yang terkandung dalam cabai. Semakin tinggi angkanya, semakin pedas cabainya.

Contohnya, cabai merah biasa memiliki skor sekitar 30.000 sampai 50.000 Scoville. Sedangkan cabai super pedas seperti Carolina Reaper bisa mencapai lebih dari 2 juta Scoville.

Manfaat Capsaicin

Capsaicin tidak hanya memberi rasa pedas pada cabai. Senyawa ini juga memiliki manfaat kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan capsaicin bisa membantu menurunkan berat badan dan meredakan nyeri.

Capsaicin juga digunakan dalam obat oles untuk nyeri otot. Ia bekerja dengan memblokir sinyal rasa sakit pada saraf. Tapi penggunaannya harus sesuai petunjuk, karena bisa menyebabkan iritasi.

Mengapa Tidak Semua Orang Tahan Pedas?

Toleransi terhadap pedas berbeda pada setiap orang. Faktor genetik dan kebiasaan berperan besar. Orang yang sering makan pedas biasanya lebih tahan. Sebaliknya, bagi pemula, sedikit cabai saja bisa terasa sangat menyiksa.

Namun, tubuh bisa beradaptasi. Semakin sering kita makan pedas, semakin terbiasa tubuh terhadap capsaicin. Sensasi pedas pun terasa lebih ringan dari waktu ke waktu.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

Cabaicapsaicin
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Mengapa Air Bisa Memadamkan Api?

Next

Bagaimana Pasta Gigi Bekerja di Mulut Kita?

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme