Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Lifestyle

Efek Kimia dari Kafein dalam Tubuh

By admin Website
May 9, 2025 2 Min Read
Comments Off on Efek Kimia dari Kafein dalam Tubuh

Kafein adalah salah satu zat yang paling sering dikonsumsi di dunia. Banyak orang mengandalkan kafein untuk meningkatkan energi dan fokus. Namun, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh ketika kita mengonsumsi kafein? Jawabannya terletak pada reaksi kimia yang dipicu oleh kafein.

Bagaimana Kafein Bekerja?

Kafein bekerja dengan memengaruhi otak dan sistem saraf pusat. Ketika dikonsumsi, kafein masuk ke dalam darah dan akhirnya mencapai otak. Di otak, kafein menghalangi aksi adenosine, sebuah zat kimia yang membuat kita merasa lelah.

Adenosine biasanya bekerja dengan mengikat reseptornya, membuat kita merasa mengantuk. Kafein mengikat reseptor yang sama, tapi tidak mengaktifkannya. Ini membuat kita merasa terjaga dan lebih waspada.

Meningkatkan Produksi Dopamin

Selain menghalangi adenosine, kafein juga memengaruhi produksi dopamin, zat kimia yang berperan dalam rasa senang dan motivasi. Peningkatan dopamin menyebabkan kita merasa lebih energik dan lebih termotivasi. Ini juga salah satu alasan mengapa kafein dapat meningkatkan suasana hati.

Efek Terhadap Jantung

Kafein dapat meningkatkan detak jantung. Zat ini merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan adrenalin, hormon yang bertanggung jawab atas respons “fight or flight”. Akibatnya, jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah meningkat, dan tubuh merasa lebih waspada.

Namun, bagi sebagian orang, konsumsi kafein berlebihan bisa menyebabkan palpitasi atau detak jantung yang tidak teratur.

Kafein dan Metabolisme

Kafein juga berperan dalam meningkatkan metabolisme tubuh. Zat ini merangsang sistem saraf pusat untuk meningkatkan pembakaran lemak. Beberapa studi menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan pembakaran kalori sekitar 3-11%, tergantung pada dosis dan toleransi individu.

Efek Samping dari Kafein

Walaupun kafein memberikan manfaat, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan beberapa efek samping. Beberapa orang mungkin merasa cemas, gelisah, atau bahkan insomnia setelah mengonsumsi kafein dalam jumlah besar.

Kafein juga dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang dapat menyebabkan masalah pencernaan bagi sebagian orang.

Kesimpulan

Kafein memiliki banyak efek kimia dalam tubuh. Ia dapat meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan metabolisme. Namun, konsumsi yang berlebihan juga bisa membawa efek samping. Mengonsumsi kafein dengan bijak adalah kunci untuk mendapatkan manfaat tanpa risiko kesehatan.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

KafeinKimia
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Bahan Kimia dalam Kosmetik: Apa yang Perlu Diketahui?

Next

Kandungan Kimia dalam Makanan Cepat Saji

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme