Peran Kimia dalam Teknologi Wearable
Teknologi wearable seperti jam pintar dan pelacak kebugaran kini semakin populer. Di balik perangkat teknologi wearable ini, ilmu kimia memainkan peran besar. Kimia membantu menciptakan bahan yang ringan, fleksibel, dan tahan lama.
Bahan Ringan dan Fleksibel
Perangkat wearable harus nyaman digunakan. Oleh karena itu, bahan yang digunakan harus ringan dan lentur. Kimia memungkinkan pengembangan plastik khusus seperti polimer konduktif.
Polimer ini bisa menghantarkan listrik sekaligus tetap fleksibel. Bahan seperti ini digunakan dalam layar fleksibel atau sensor yang bisa dilengkungkan tanpa rusak.
Sensor Berbasis Reaksi Kimia
Wearable sering dilengkapi sensor untuk memantau kondisi tubuh. Sensor ini bekerja dengan prinsip reaksi kimia. Contohnya, sensor keringat mendeteksi kadar ion seperti natrium atau kalium di kulit.
Sensor glukosa bekerja dengan reaksi enzim yang mengubah gula menjadi sinyal listrik. Semua proses ini memerlukan bahan kimia khusus yang sensitif dan stabil.
Baterai dan Sumber Energi
Perangkat wearable memerlukan sumber daya kecil yang tahan lama. Kimia berperan penting dalam pembuatan baterai mini. Baterai lithium-ion adalah contoh umum. Baterai ini bekerja berdasarkan reaksi kimia antara elektroda dan elektrolit.
Inovasi terbaru bahkan mengembangkan baterai fleksibel. Bahan kimia di dalamnya dirancang agar tetap bekerja meski baterai dibengkokkan.
Pelapisan Tahan Air dan Anti Karat
Perangkat wearable sering terkena keringat atau air. Oleh karena itu, pelindung tahan air sangat penting. Kimia digunakan untuk membuat lapisan khusus yang menolak air dan kelembapan.
Lapisan ini juga mencegah logam di dalam perangkat berkarat. Proses ini disebut coating, dan memerlukan bahan kimia pelapis seperti polimer atau oksida logam.
Masa Depan Wearable
Penelitian kimia terus mendorong batas kemampuan wearable. Kini ilmuwan sedang mengembangkan bahan yang bisa menyatu dengan kulit. Ada juga sensor yang bisa larut setelah digunakan, disebut elektronik sementara.
Semua itu tidak lepas dari kemajuan kimia material dan reaksi molekul tingkat tinggi.
Kesimpulan
Teknologi wearable tidak hanya soal elektronik, tetapi kimia memegang peran penting dalam setiap komponen, dari bahan hingga sensor. Dengan bantuan kimia, wearable akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga