Bagaimana Kimia Menjelaskan Ilusi Warna?
Ilusi warna sering membuat mata dan otak tertipu. Warna yang terlihat bisa berbeda tergantung pencahayaan, latar belakang, atau konteks visual. Tapi bagaimana kimia ikut berperan dalam hal ini? Jawabannya terletak pada sifat cahaya dan reaksi molekul terhadapnya.
Warna dan Spektrum Cahaya
Warna berasal dari cahaya. Cahaya putih terdiri dari berbagai panjang gelombang. Setiap panjang gelombang mewakili warna berbeda. Saat cahaya menyinari suatu benda, molekul di permukaan benda menyerap sebagian gelombang dan memantulkan sisanya.
Gelombang yang dipantulkan itulah yang kita lihat sebagai warna. Misalnya, daun tampak hijau karena pigmen klorofil menyerap merah dan biru, lalu memantulkan hijau.
Molekul dan Penyerapan Cahaya
Dalam kimia, warna tergantung pada struktur molekul. Molekul memiliki ikatan kimia yang bisa menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu.
Contohnya, senyawa beta-karoten di wortel menyerap cahaya biru dan ungu, lalu memantulkan jingga. Molekul pewarna dalam bahan kimia atau tekstil juga bekerja dengan cara serupa.
Ilusi Warna karena Reaksi Otak
Kadang, warna tampak berubah tergantung latar belakang. Misalnya, abu-abu bisa terlihat lebih gelap jika dikelilingi warna terang. Ini disebut kontras simultan, dan terjadi karena otak menyesuaikan persepsi warna berdasarkan konteks.
Kimia tidak langsung mengatur ilusi ini, tapi bahan kimia yang menyusun pigmen warna tetap memegang peran penting. Perubahan kecil dalam struktur molekul bisa membuat warna tampak sangat berbeda.
Perubahan Warna Secara Kimia
Beberapa bahan berubah warna tergantung pH, suhu, atau cahaya. Ini disebut indikator kimia. Contoh: lakmus berwarna biru di basa dan merah di asam.
Zat seperti itu sering digunakan dalam eksperimen untuk menunjukkan perubahan lingkungan. Ilusi warna yang muncul kadang berasal dari reaksi ini, bukan dari manipulasi visual saja.
Kesimpulan
Kimia menjelaskan warna dari sisi molekul dan cahaya. Struktur molekul menentukan warna yang terlihat. Sementara otak dan konteks visual menciptakan ilusi warna. Kombinasi antara kimia dan psikologi visual inilah yang membuat warna bisa begitu menipu namun menarik.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga