Eksperimen Kimia Aman untuk Anak Sekolah
Eksperimen kimia dapat menjadi cara menyenangkan untuk belajar sains di sekolah. Namun, penting agar eksperimen kimia dapat dilakukan dengan aman, mudah, dan menggunakan bahan yang tersedia di rumah atau laboratorium sekolah. Berikut beberapa eksperimen kimia sederhana dan aman yang cocok untuk anak sekolah.
1. Lava Lamp Mini
Tujuan: Memahami reaksi antara air, minyak, dan soda.
Alat dan bahan:
- Botol plastik bening
- Air
- Minyak sayur
- Pewarna makanan
- Tablet vitamin C atau soda kue+cuka
Langkah-langkah:
- Isi botol ΒΌ dengan air.
- Tambahkan minyak hingga botol hampir penuh.
- Tambahkan beberapa tetes pewarna makanan.
- Masukkan tablet vitamin C dan lihat gelembung naik turun seperti lava lamp.
Penjelasan: Minyak dan air tidak bercampur. Tablet bereaksi dengan air dan menghasilkan gas, yang mendorong gelembung warna naik ke permukaan.
2. Pelangi dalam Gelas
Tujuan: Mengenal kepadatan larutan.
Alat dan bahan:
- Gelas bening
- Gula
- Air hangat
- Pewarna makanan
- Sendok
Langkah-langkah:
- Campurkan gula dan air dalam empat wadah dengan jumlah gula berbeda (1 sdm, 2 sdm, dst.).
- Tambahkan pewarna berbeda pada masing-masing larutan.
- Tuang perlahan ke dalam gelas dari yang paling pekat ke paling encer menggunakan sendok.
Penjelasan: Larutan dengan kepadatan lebih tinggi akan berada di bawah. Warna tidak bercampur jika dituangkan perlahan.
3. Balon Mengembang Tanpa Ditiup
Tujuan: Memahami reaksi asam-basa.
Alat dan bahan:
- Botol kecil
- Cuka
- Soda kue
- Balon
- Corong
Langkah-langkah:
- Tuang cuka ke dalam botol.
- Masukkan soda kue ke dalam balon menggunakan corong.
- Pasang balon ke mulut botol tanpa menjatuhkan soda kue.
- Angkat balon hingga soda kue jatuh ke dalam botol.
Penjelasan: Reaksi antara soda kue dan cuka menghasilkan gas karbon dioksida yang mengembang balon.
Penutup
Eksperimen kimia sederhana ini aman dan edukatif untuk anak sekolah. Anak-anak dapat belajar konsep sains dengan cara menyenangkan tanpa risiko berbahaya. Pendampingan guru atau orang tua tetap diperlukan agar kegiatan berjalan lancar dan aman.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga