Peran Kimia dalam Penemuan Antibiotik
Pengantar
Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk melawan infeksi bakteri. Penemuan antibiotik menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam dunia medis. Di balik penemuan ini, ilmu kimia memegang peran penting dalam memahami, mengembangkan, dan memproduksi antibiotik secara luas.
Awal Penemuan Antibiotik
Penemuan antibiotik dimulai dengan Alexander Fleming pada tahun 1928. Ia menemukan bahwa jamur Penicillium notatum dapat membunuh bakteri. Zat aktif dari jamur ini kemudian dikenal sebagai penicillin.
Namun, penemuan ini belum cukup. Diperlukan pengetahuan kimia untuk mengekstrak, memurnikan, dan memahami struktur penicillin agar bisa digunakan secara medis.
Peran Kimia dalam Sintesis dan Analisis
Kimia membantu para ilmuwan memahami struktur molekul penicillin. Dengan teknik kimia organik, peneliti dapat mengetahui bagaimana molekul itu bekerja melawan bakteri.
Selain itu, kimia memungkinkan produksi antibiotik secara sintetis atau semi-sintetis. Artinya, antibiotik bisa dibuat dalam jumlah besar tanpa harus mengandalkan jamur alami saja. Ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pengobatan secara global.
Kimia dalam Pengembangan Antibiotik Baru
Seiring waktu, bakteri mulai menunjukkan resistensi terhadap antibiotik. Untuk mengatasi hal ini, kimia digunakan untuk menciptakan variasi baru dari molekul antibiotik. Dengan mengubah bagian kecil dari struktur kimia, ilmuwan bisa menciptakan obat yang lebih kuat dan lebih efektif.
Contohnya adalah pengembangan antibiotik jenis sefalosporin dan makrolida yang merupakan hasil modifikasi struktur kimia antibiotik awal.
Uji Efektivitas dan Keamanan
Sebelum antibiotik digunakan secara luas, obat harus diuji secara kimia dan biologis. Kimia analitik digunakan untuk memastikan kemurnian dan dosis yang tepat. Proses ini melibatkan teknik seperti kromatografi dan spektroskopi.
Tanpa peran kimia, sulit memastikan bahwa antibiotik aman dan bekerja efektif dalam tubuh manusia.
Penutup
Kimia tidak hanya membantu menemukan antibiotik, tetapi juga membuatnya dapat digunakan secara luas dan aman. Dari pemahaman struktur molekul hingga produksi dan pengembangan obat baru, ilmu kimia adalah fondasi utama dalam perang melawan infeksi bakteri.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga