Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kimia

Penemuan Aspirin: Sejarah dan Kimianya

By admin Website
May 16, 2025 2 Min Read
Comments Off on Penemuan Aspirin: Sejarah dan Kimianya

Aspirin adalah salah satu obat yang paling dikenal di dunia, digunakan untuk mengatasi rasa sakit, peradangan, dan demam. Penemuan aspirin memiliki sejarah panjang yang melibatkan penemuan ilmiah dan kemajuan dalam kimia.

Sejarah Penemuan Aspirin

Penggunaan bahan yang mirip dengan aspirin sudah ada sejak zaman kuno. Bangsa Sumeria dan Mesir Kuno telah menggunakan ekstrak dari kulit pohon willow (Salix spp.), yang mengandung senyawa aktif bernama salisin. Salisin dikenal memiliki efek anti-peradangan dan pereda nyeri.

Namun, aspirin yang kita kenal saat ini pertama kali disintesis pada 1897 oleh seorang ilmuwan Jerman bernama Felix Hoffmann. Hoffmann bekerja di perusahaan farmasi Bayer dan berhasil mengembangkan senyawa asam asetilsalisilat, bentuk sintetis dari salisin. Aspirin pertama kali dipasarkan pada tahun 1899 dan sejak saat itu menjadi obat yang sangat populer di seluruh dunia.

Kimia Aspirin

Aspirin, atau asam asetilsalisilat, adalah senyawa organik yang terdiri dari dua bagian utama: asam salisilat dan gugus asetil. Secara kimia, aspirin terbentuk melalui reaksi antara asam salisilat dengan asam asetat. Reaksi ini menghasilkan ester, yang dikenal sebagai asam asetilsalisilat.

Reaksi kimia pembentukan aspirin:

Asam salisilat + Asetil klorida → Aspirin (Asam asetilsalisilat) + Asam klorida

Kimia aspirin memungkinkan obat ini memiliki efek anti-inflamasi, analgesik (pereda nyeri), dan antipiretik (penurun demam). Pengaruhnya terhadap tubuh terjadi karena kemampuan aspirin menghambat enzim siklooksigenase (COX), yang berperan dalam produksi prostaglandin—senyawa yang memicu peradangan dan rasa sakit.

Manfaat dan Penggunaan Aspirin

Aspirin memiliki banyak manfaat. Selain mengurangi rasa sakit, aspirin juga digunakan untuk mengurangi peradangan dan menurunkan demam. Dalam dosis rendah, aspirin sering digunakan untuk mencegah serangan jantung dan stroke, karena kemampuannya mengurangi pembekuan darah.

Namun, aspirin juga memiliki efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau oleh orang dengan gangguan lambung. Oleh karena itu, penggunaannya harus diawasi dengan hati-hati.

Kesimpulan

Aspirin adalah contoh sempurna bagaimana penemuan kimia dapat mengubah dunia medis. Dari penggunaan alami kulit pohon willow hingga sintesis oleh Felix Hoffmann, aspirin telah menjadi salah satu obat paling penting dalam sejarah medis. Pengetahuan kimia di balik aspirin tidak hanya menjelaskan bagaimana ia bekerja, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan obat-obatan baru di masa depan.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

AspirinObatSains
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Peran Kimia dalam Penemuan Antibiotik

Next

Kimia dalam Ilusi Optik dan Cahaya

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme