Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kimia

Proses Elektrolisis dalam Penelitian Kimia

By admin Website
May 16, 2025 2 Min Read
Comments Off on Proses Elektrolisis dalam Penelitian Kimia

Elektrolisis adalah proses pemecahan senyawa menggunakan arus listrik. Dalam dunia kimia, metode ini sangat penting. Elektrolisis banyak digunakan untuk analisis, pemurnian, dan produksi bahan baru.

Cara Kerja Elektrolisis

Elektrolisis dilakukan di dalam larutan atau lelehan yang mengandung ion. Dua elektroda — katoda (negatif) dan anoda (positif) — dicelupkan ke dalam larutan. Ketika arus listrik dialirkan, ion bergerak menuju elektroda dengan muatan berlawanan.

Ion positif (kation) menuju katoda dan menerima elektron (reduksi). Ion negatif (anion) menuju anoda dan melepaskan elektron (oksidasi). Inilah dasar dari reaksi elektrolisis.

Contoh Reaksi Elektrolisis

Salah satu contoh paling sederhana adalah elektrolisis air. Dengan menambahkan sedikit garam atau asam untuk menghantarkan listrik, air (H₂O) dipecah menjadi gas hidrogen (H₂) dan oksigen (O₂).

Reaksinya:

  • Di katoda: 2H₂O + 2e⁻ → H₂ + 2OH⁻
  • Di anoda: 2H₂O → O₂ + 4H⁺ + 4e⁻

Reaksi ini sangat berguna dalam penelitian energi bersih, terutama untuk produksi hidrogen.

Aplikasi dalam Penelitian

Dalam laboratorium, elektrolisis sering digunakan untuk:

  • Memurnikan logam, seperti tembaga dan alumunium.
  • Menyintesis senyawa kimia baru.
  • Mengkaji reaksi oksidasi dan reduksi.
  • Menghasilkan gas murni seperti klorin, hidrogen, dan oksigen.

Elektrolisis juga penting dalam studi elektrokimia, yaitu bidang yang mempelajari hubungan antara listrik dan reaksi kimia.

Inovasi Terkini

Para peneliti kini mengembangkan elektrolisis berenergi rendah. Salah satunya adalah elektrolisis berbasis fotokatalis, yang menggunakan cahaya untuk mengurangi kebutuhan listrik.

Ada juga elektrolisis dalam pelarut organik, bukan air, yang membuka peluang sintesis senyawa baru dengan sifat unik.

Kesimpulan

Proses elektrolisis adalah alat penting dalam penelitian kimia modern. Proses ini membantu memahami reaksi, memurnikan zat, dan menciptakan bahan baru. Dengan kemajuan teknologi, elektrolisis terus dikembangkan untuk mendukung riset ramah lingkungan dan energi masa depan.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

ElektrolisisKimiaSains
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Kimia dalam Ilusi Optik dan Cahaya

Next

Apa Itu Kimia Hijau Ramah Lingkungan?

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme