Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

SAINS dan TEKNOLOGI

Menjelajah Dunia Ilmu & Teknologi

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Environment

Bahan Kimia yang Mengancam Keanekaragaman Hayati

By admin Website
May 19, 2025 2 Min Read
Comments Off on Bahan Kimia yang Mengancam Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati mencakup semua makhluk hidup di bumi dan peran mereka dalam ekosistem. Namun, keberadaan bahan kimia berbahaya mengancam keanekaragaman hayati. Aktivitas manusia, seperti pertanian, industri, dan limbah rumah tangga, menjadi sumber utama penyebaran zat kimia beracun ke lingkungan.

Pestisida dan Dampaknya

Pestisida digunakan untuk melindungi tanaman dari hama. Namun, bahan kimia ini juga membahayakan serangga penyerbuk seperti lebah. Ketika lebah mati atau terganggu, proses penyerbukan tanaman ikut terganggu. Selain itu, pestisida yang mencemari tanah dan air dapat membunuh mikroorganisme yang penting bagi kesuburan tanah.

Logam Berat di Lingkungan

Logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium adalah racun berbahaya yang bisa mencemari sungai, danau, dan tanah. Hewan air, seperti ikan dan amfibi, sangat rentan terhadap logam ini. Akumulasi logam berat di tubuh hewan bisa menyebabkan kerusakan saraf, kegagalan organ, dan bahkan kematian. Rantai makanan pun ikut terpengaruh.

Limbah Industri dan Polutan Organik

Industri sering membuang limbah kimia ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai. Bahan kimia seperti PCB (polychlorinated biphenyls) dan dioksin dapat mengganggu hormon hewan dan menyebabkan kelainan reproduksi. Burung, ikan, dan mamalia yang terpapar zat ini bisa kehilangan kemampuan berkembang biak.

Eutrofikasi akibat Bahan Kimia Pertanian

Pupuk kimia mengandung nitrogen dan fosfor. Jika pupuk berlebih masuk ke sungai atau danau, terjadi proses eutrofikasi. Ganggang akan tumbuh cepat dan menyerap oksigen di air. Hal ini menyebabkan ikan dan organisme lain mati karena kekurangan oksigen. Akibatnya, keseimbangan ekosistem air terganggu.

Mikroplastik dan Racunnya

Mikroplastik mengandung berbagai bahan kimia tambahan, seperti ftalat dan bisfenol A (BPA). Partikel ini mudah tertelan oleh hewan kecil, dan racunnya bisa berpindah ke hewan yang lebih besar dalam rantai makanan. Akumulasi racun ini mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies.

Kesimpulan

Bahan kimia berbahaya dapat mengancam keanekaragaman hayati. Dari pestisida hingga logam berat, semua dapat merusak ekosistem jika tidak dikendalikan. Perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas bersama agar kehidupan makhluk hidup di bumi tetap lestari.

Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga

Tags:

keanekaragaman hayatiKimiaLingkungan
Author

admin Website

Follow Me
Other Articles
Previous

Teknologi Kimia dalam Pelestarian Laut

Next

Kimia Ramah Lingkungan dalam Dunia Industri

Copyright 2026 — SAINS dan TEKNOLOGI. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme