Kimia dalam Dunia Forensik
Kimia forensik adalah cabang ilmu kimia yang digunakan untuk menyelidiki tindak kejahatan. Dengan bantuan analisis kimia, petunjuk kecil seperti noda darah, serat pakaian, atau sisa obat bisa menjadi bukti penting di pengadilan.
Analisis Bahan Bukti
Di tempat kejadian perkara, penyidik sering menemukan jejak kecil seperti cairan tubuh, serbuk, atau bekas luka bakar. Kimia digunakan untuk:
- Mengidentifikasi zat asing, seperti narkoba atau racun.
- Menganalisis darah, air liur, dan urin menggunakan reaksi kimia khusus.
- Menentukan jenis dan kandungan bahan kimia pada serat, cat, atau logam.
Teknik analisis ini membantu menghubungkan tersangka dengan lokasi atau korban.
Teknik Kimia yang Digunakan
Beberapa metode kimia forensik yang umum antara lain:
- Spektrometri massa: Mengidentifikasi zat berdasarkan berat molekulnya.
- Kromatografi gas atau cair: Memisahkan campuran untuk analisis detail.
- Reaksi warna: Menggunakan bahan kimia yang berubah warna saat bereaksi dengan zat tertentu (misalnya, uji narkoba cepat).
- Fluoresensi dan sinar UV: Untuk mendeteksi noda atau cairan tubuh tersembunyi.
Metode ini memungkinkan analisis meski sampel sangat kecil atau tercampur.
Analisis DNA dan Kimia
Meskipun DNA sering dikaitkan dengan biologi, proses ekstraksi dan pengujian DNA melibatkan teknik kimia. Bahan kimia digunakan untuk memecah sel, memisahkan DNA, dan memperbanyaknya agar bisa dianalisis lebih lanjut.
DNA menjadi bukti kuat karena bisa mengidentifikasi individu secara unik.
Deteksi Racun dan Obat
Kimia juga digunakan untuk mendeteksi racun dalam kasus pembunuhan atau overdosis. Uji toksikologi dilakukan pada darah, organ, atau makanan untuk mencari zat berbahaya seperti sianida, arsenik, atau morfin.
Metode ini membantu menentukan penyebab kematian atau memperjelas kronologi kejadian.
Kesimpulan
Kimia dalam dunia forensik adalah alat penting untuk mengungkap kebenaran. Dengan teknik analisis yang akurat, ilmuwan forensik bisa mengubah jejak tak kasat mata menjadi bukti nyata. Kimia forensik membuktikan bahwa sains dapat membantu menegakkan keadilan.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga